
EQUITYWORLD FUTURES SURABAY PRAXIS –ย Pada awal perdagangan Eropa hari Jumat, Dolar AS mengalami penurunan tipis, namun tetap berada di dekat level tertinggi sesi sebelumnya setelah rilis data inflasi AS yang kuat, memicu potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Pada pukul 14.10 WIB, Indeks Dolar, yang melacak pergerakan Dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sebesar 0,1% menjadi 106,222, tidak jauh dari level tertinggi hari Kamis yang mencapai 106,60, ketika indeks mencatat lonjakan persentase terbesar dalam satu hari sejak Maret.
CPI AS Membuka Peluang Kenaikan Suku Bunga pada Desember
Data pada hari Kamis menunjukkan bahwa harga konsumen utama di AS tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan pada bulan September. Ini berpotensi memperumit keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan datang, yang bertujuan untuk mengatasi inflasi yang terus tinggi.
Indeks harga konsumen mencatat peningkatan sebesar 3,7% dalam setahun, laju yang sama seperti pada bulan Agustus, dan naik sebesar 0,4% lebih besar dari perkiraan bulanan sebesar 0,4%. Para ekonom memperkirakan angka 3,6% dan 0,3%.
Data ini mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin belum selesai dengan pengetatan moneter, yang pada gilirannya mendukung Dolar. Bahkan, banyak pejabat telah menyatakan bahwa kenaikan yield pada obligasi pemerintah AS belakangan ini telah mengurangi kebutuhan untuk memperketat kondisi keuangan.
Saat ini, pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 40% pada bulan Desember, dibandingkan dengan peluang sebesar 28% sebelum laporan ini dirilis.
Data Sentimen Konsumen dan Laporan Keuangan Bank
Selain itu, data sentimen konsumen dari University of Michigan untuk bulan Oktober dijadwalkan akan dirilis dalam sesi ini. Para trader juga akan memperhatikan laporan keuangan dari beberapa bank besar untuk mendapatkan petunjuk tentang kesehatan ekonomi.
Euro Menguat Setelah Data CPI Perancis dan Spanyol
Pasangan mata uang EUR/USD mengalami kenaikan sebesar 0,1% menjadi 1,0537, setelah mengalami penurunan tajam dalam sesi sebelumnya, seiring dengan munculnya lebih banyak data inflasi di zona euro.
CPI Perancis menunjukkan peningkatan sebesar 4,9% pada tahun ini pada bulan September, sementara harga konsumen Spanyol mengalami kenaikan sebesar 3,5%. Kedua angka tersebut masih berada di atas target jangka menengah European Central Bank.
Pengambil kebijakan dari ECB, Francois Villeroy de Galhau, mengonfirmasi pandangannya pada hari Kamis bahwa bank sentral seharusnya mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini, yang merupakan level tertinggi dalam 25 tahun sejarah ECB. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan inflasi kembali ke target 2%.
Data Perdagangan China Memburuk
Pasangan mata uang USD/CNY mengalami kenaikan sebesar 0,1% menjadi 7,3078 setelah data menunjukkan penurunan ekspor China sebesar 6,2% pada bulan September dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara impor juga turun sebesar 6,2%. Ini mengindikasikan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia masih berada dalam posisi yang sulit.
Meskipun demikian, angka-angka ini mengalami kontraksi pada laju yang lebih lambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menambah bukti bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia ini mulai mengalami stabilitas.
Mata Uang Lainnya
Pada mata uang lainnya, pasangan mata uang GBP/USD mengalami kenaikan sebesar 0,2% menjadi 1,2193, AUD/USD mengalami kenaikan sebesar 0,1% menjadi 0,6319, dan NZD/USD mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 0,5916.
Tentunya, situasi ini masih terus berubah, dan para investor akan terus memantau perkembangan selanjutnya di pasar mata uang dan kondisi ekonomi global.
