0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Pada perdagangan Kamis (4/1/2024), harga emas berhasil menguat, mengakhiri tren penurunan selama empat hari berturut-turut. Harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,12% ke posisi US$ 2043,26 per troy ons, setelah sebelumnya turun 1,9% dalam empat hari. Namun, pada Jumat pagi (5/1/2024), harga emas sedikit turun 0,01% menjadi US$ 2042,99 per troy ons.

Pengaruh Ketegangan Geopolitik

Penguatan harga emas pada Kamis terutama disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah. Dua ledakan bom di Iran pada Rabu (3/1/2024) menewaskan setidaknya 84 orang, termasuk pada peringatan kematian jenderal Garda Revolusi Qassem Soleimani yang tewas dalam serangan AS empat tahun sebelumnya. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, menyebutnya sebagai “operasi syahid ganda”.

Data Ekonomi AS dan Prediksi Kebijakan The Fed

Selain itu, pelaku pasar saat ini menunggu data tenaga kerja AS. Pada hari Jumat, data pengangguran serta non-farm payrolls untuk Desember 2023 akan diumumkan. Diperkirakan non-farm payrolls meningkat sebanyak 170.000 pekerjaan setelah naik 199.000 pekerjaan pada November 2023, sementara tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 3,8% dari 3,7%.

Dampak pada Kebijakan Suku Bunga The Fed

Data tenaga kerja ini menjadi pertimbangan penting bagi The Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan suku bunga. Perangkat CME FedWatch memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Maret sebesar 65%. Risalah pertemuan terakhir The Fed menunjukkan keyakinan bahwa inflasi terkendali dan kebijakan moneter yang terlalu ketat bisa mengancam perekonomian.

Harga Emas dan Suku Bunga

Harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga akan memperkuat dolar AS dan imbal hasil US Treasury, yang biasanya tidak menguntungkan bagi emas karena membuatnya lebih mahal dan kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil. Sebaliknya, penurunan suku bunga akan melemahkan dolar AS dan imbal hasil US Treasury, menurunkan biaya kesempatan memegang emas dan membuatnya lebih menarik untuk dikoleksi.

Analis UBS Giovanni Staunovo memperkirakan bahwa jika The Fed menerapkan beberapa penurunan suku bunga tahun ini, hal ini akan menarik kembali investor melalui ETF dan mengangkat harga emas menjadi US$ 2.250 per troy ons pada akhir tahun 2024.

Kesimpulan

Faktor geopolitik dan data ekonomi AS yang akan dirilis memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan harga emas. Ketegangan di Timur Tengah cenderung mendorong permintaan emas sebagai aset aman, sementara data tenaga kerja dan kebijakan suku bunga The Fed akan mempengaruhi nilai dolar AS dan imbal hasil US Treasury, yang pada akhirnya juga mempengaruhi harga emas.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *