Pasar saham Amerika Serikat, dikenal sebagai Wall Street, menghadapi hari perdagangan yang beragam pada Kamis, 11 Januari 2024, setelah rilis data inflasi yang menunjukkan kenaikan harga konsumen pada bulan Desember.
Menurut laporan dari CNBC pada Jumat (12/1/2024), indeks Nasdaq berakhir mendatar di level 14.970,19. Indeks Dow Jones naik tipis sebesar 15,29 poin atau 0,04 persen menjadi 37.711,02, sementara Indeks S&P 500 mengalami pelemahan tipis 0,07 persen ke level 4.780,24.
Sesi perdagangan dimulai dengan Indeks S&P 500 mencatatkan rekor penutupan tertinggi sebelumnya di level 4.796,56.
Data terbaru menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) untuk bulan Desember naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan, menunjukkan kenaikan harga konsumen sebesar 0,3 persen dalam bulan tersebut, sehingga meningkatkan tingkat tahunan menjadi 3,4 persen. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones sebelumnya memperkirakan inflasi akan naik sebesar 0,2 persen pada bulan Desember, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,2 persen.
Meskipun demikian, inflasi inti yang tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatil sesuai dengan harapan, menunjukkan tekanan inflasi yang berkelanjutan namun mengalami penurunan.
Data yang dirilis pekan ini mengindikasikan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan mungkin akan lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.
“Kenaikan CPI ini merupakan pengingat penting akan sifat pemulihan ekonomi yang tidak dapat diprediksi dan data ekonomi yang suram,” ujar Jon Maier, Chief Investment Officer di Global X. Ia juga menambahkan bahwa pasar mungkin harus bersiap untuk menghadapi volatilitas potensial karena Federal Reserve dapat mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan moneter restriktifnya sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang ada.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
