0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Arab Saudi telah mengumumkan penemuan harta karun baru berupa cadangan emas di Makkah, yang diungkapkan oleh perusahaan tambang terkemuka, Maaden. Lokasi penemuan ini terletak sepanjang 100 km di selatan tambang emas Mansourah Massarah, di provinsi Al Khurmah, wilayah Makkah.

Maaden melaporkan bahwa hasil pengeboran menunjukkan deposit emas dengan kadar tinggi, mencapai 10,4 gram per ton emas dan 20,6 gram per ton emas di dua lokasi pengeboran. Penemuan ini dianggap sebagai keberhasilan dari program eksplorasi ekstensif yang telah diluncurkan sejak tahun 2022. Sampel yang diambil menunjukkan karakteristik geologi dan kimia yang mirip dengan deposit emas Mansourah Massarah.

Sebagai respons terhadap hasil positif ini, Maaden berencana untuk meningkatkan aktivitas pengeboran secara signifikan pada tahun 2024 di sekitar Mansourah Massarah.

Perbandingan dengan Tambang Emas Indonesia

Meskipun Arab Saudi bukan termasuk dalam 20 negara produsen emas terbesar di dunia saat ini, penemuan ini menandai langkah penting dalam diversifikasi ekonomi negara tersebut yang selama ini sangat bergantung pada sektor minyak. Produksi emas Mansourah Massarah pada tahun 2022 mencapai 11 juta ons, dengan Maaden memainkan peran kunci dalam pengelolaan tambang emas di negara tersebut.

Kapasitas produksi tambang emas baru ini diperkirakan mencapai 250.000 ons emas per tahun, dengan cadangan sebesar 7 juta ons. Ini menyumbang sekitar 2,27% dari total produksi emas global saat ini.

Di sisi lain, Indonesia, yang merupakan produsen emas terbesar ke-12 di dunia dengan produksi sekitar 70 ton emas, memiliki potensi tambang emas yang cukup signifikan. Indonesia dikenal dengan kekayaan alam yang beragam, termasuk tambang batu bara dan sumber daya mineral lainnya.

Ambisi Arab Saudi di Sektor Pertambangan

Arab Saudi sedang dalam proses mengalami “gold rush” di sektor pertambangan, sejalan dengan rencana untuk memanfaatkan permintaan yang meningkat terhadap mineral kritis dalam mendukung transisi energi global. Dengan mengumumkan estimasi kekayaan mineral yang belum dimanfaatkan mencapai US$2,5 triliun, Arab Saudi berencana untuk menggandakan kontribusi sektor pertambangan dalam ekonomi nasionalnya hingga empat kali lipat hingga tahun 2030.

Upaya ini juga terkait dengan Agenda Visi 2030, di mana Arab Saudi berkomitmen untuk diversifikasi ekonomi dari sektor minyak. Melalui langkah-langkah ini, Arab Saudi berupaya memperkuat posisi sebagai pusat pertambangan regional yang strategis, mencakup sumber daya alam yang luas dari Asia Tengah hingga Timur Tengah dan Afrika.

Dengan penemuan baru ini dan rencana ekspansi di sektor pertambangan, Arab Saudi tidak hanya mengandalkan kekayaan alamnya tetapi juga mempersiapkan diri untuk memainkan peran kunci dalam ekonomi global, terutama dalam konteks transisi menuju energi hijau.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *