0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

Dedolarisasi semakin menguat terutama setelah aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) melakukan manuver untuk menjauhkan dominasi dolar Amerika Serikat (AS) di dunia. Melalui lembaga bantuan perbankan mereka, Bank Pembangunan Baru (NPB), BRICS bertujuan meningkatkan penggalangan dana dan pinjaman dalam mata uang lokal untuk mengurangi risiko fluktuasi valuta asing dalam langkah dedolarisasi ini.

BRICS dan Ekspansi Aliansi

Aliansi BRICS semakin kuat dengan bergabungnya beberapa negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Iran, dan Ethiopia. Bersama-sama, mereka sepakat untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Langkah ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada beberapa aset investasi, terutama emas. Hubungan antara emas dan dolar AS biasanya berbanding terbalik; ketika nilai dolar melemah, harga emas cenderung meningkat, dan sebaliknya.

Implikasi Dedolarisasi

Dedolarisasi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, yang berarti permintaan terhadap dolar AS akan berkurang. Berdasarkan hukum ekonomi, penurunan permintaan akan menyebabkan nilai dolar melemah. Dalam kondisi ini, harga emas global cenderung meningkat karena emas sering dilihat sebagai lindung nilai terhadap mata uang yang melemah.

Peran Bank Sentral dalam Meningkatkan Cadangan Emas

Bank sentral di seluruh dunia terus menambah cadangan emasnya sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Pada akhir tahun 2023, pembelian emas oleh bank sentral mencapai 44 ton pada November, naik dari 42 ton pada Oktober. Bank Sentral Turki, Bank Nasional Polandia, dan Bank Rakyat China adalah beberapa pembeli utama emas ini.

Analisis Pasar Uang

Ariston Tjendra, Analis Pasar Uang, mengakui bahwa dolar AS sangat dominan dalam perdagangan dunia, dengan sekitar 88% transaksi valuta asing global menggunakan dolar AS. Fluktuasi dolar AS sangat mempengaruhi harga emas karena emas dinilai dalam dolar AS. Kebijakan bank sentral AS, The Fed, juga mempengaruhi kekuatan dolar yang kemudian berdampak pada harga emas.

Harga Emas Sebagai Aset Aman

Harga emas juga sering dipengaruhi oleh statusnya sebagai aset yang aman. Ketika kekhawatiran pasar terhadap kondisi global meningkat, pelaku pasar cenderung beralih ke emas, mendorong kenaikan harga emas global. Pada awal tahun ini, harga emas global bertahan di atas level USD 2000, mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, termasuk ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Kesimpulan

Harga emas dalam negeri biasanya mengikuti harga emas global sebagai patokan. Oleh karena itu, jika harga emas global naik, harga emas dalam negeri juga cenderung ikut naik. Langkah-langkah dedolarisasi oleh aliansi BRICS dan negara-negara Timur Tengah, serta peningkatan cadangan emas oleh bank sentral, dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas di masa mendatang

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *