0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Harga emas memulai perdagangan lebih tinggi hari ini, mencoba melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini menantikan sinyal terkait penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS, sambil menunggu data penting dari AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa (23/1/2024), harga emas di pasar spot menguat 0,38% menjadi US$ 2028,69 per troy ons.

Hingga pukul 06.10 WIB Rabu (24/1/2024), harga emas bergerak naik tipis 0,03% ke US$ 2029,28 per troy ons.

Investor sedang menunggu serangkaian data ekonomi AS minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai jadwal pemotongan suku bunga The Fed.

“Emas berada di atas level US$2.000 per troy ons dan saat ini pasar terlihat netral. Setiap kali mencoba untuk naik lebih tinggi, harga kembali turun,” ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.

“Fokus minggu ini adalah pada laporan PMI AS, perkiraan PDB kuartal keempat, dan data pengeluaran konsumsi pribadi,” tambahnya.

PMI Manufaktur AS Global S&P diperkirakan tetap di level kontraksi 47,9 pada Januari 2024, sementara PMI Jasa Global AS S&P menunjukkan pertumbuhan terkuat dalam lima bulan terakhir dengan angka 51,4 pada Desember 2023.

Para pejabat The Fed minggu lalu mengindikasikan perlunya lebih banyak data inflasi sebelum membuat keputusan mengenai penurunan suku bunga yang dimulai pada kuartal ketiga.

Perangkat FedWatch Tool dari CME menunjukkan pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25-5,50% pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 30-31 Januari.

Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets, mencatat bahwa kenaikan harga emas belakangan ini tampaknya mulai melambat dan dapat melemah lebih lanjut jika ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga terus ditekan oleh bank sentral.

Harga emas sangat responsif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan suku bunga AS akan menguatkan dolar AS dan imbal hasil US Treasury, yang berdampak negatif pada emas karena membuatnya lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Namun, suku bunga yang lebih rendah dapat membuat emas lebih menarik sebagai aset investasi.

Di samping itu, kebijakan India yang meningkatkan bea masuk atas emas dan perak untuk perhiasan dapat menambah biaya bagi pembeli, mempengaruhi permintaan global terhadap emas.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *