Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan yakin mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia diproyeksikan tetap stabil di kisaran pertumbuhan 5% sepanjang tahun 2023. Dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (30/1/2024), Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa kondisi ini didukung oleh penurunan signifikan dalam tingkat pengangguran menjadi 5,32% dan angka kemiskinan menjadi 9,36%.
Konsumsi rumah tangga, yang tetap menjadi pendorong utama ekonomi, berjalan seiring dengan inflasi yang terjaga stabil. Meskipun harga komoditas tidak mencapai puncak tahun 2022, kontribusi dari sektor ekspor masih cukup signifikan. Sri Mulyani juga menyoroti keberhasilan sistem keuangan dalam menjaga stabilitas selama tahun lalu.
Dengan berbagai indikator ekonomi yang menggembirakan, Sri Mulyani optimis bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan baik dan mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Data terakhir mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 5 Februari 2024, yang diharapkan memberikan gambaran yang lebih lengkap dan akurat mengenai pencapaian ekonomi negara ini.
