Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan tipis pada Kamis (15/2/2024) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, naik Rp1.000 menjadi Rp1.115.000 per gram. Begitu juga dengan harga buyback (harga jual kembali) yang naik Rp1.000 ke posisi Rp1.007.000 per gram.
Kenaikan ini terjadi setelah harga emas Antam mengalami penurunan drastis sebesar Rp15.000 pada perdagangan kemarin.
Pada perdagangan Rabu (14/2/2024), harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,08% di posisi US$1.992,39 per troy ons, meski sempat menguat tipis 0,01%. Kendati demikian, harga emas tetap bertahan di bawah level kunci US$2.000 per troy ons.
Penurunan harga emas ini dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, yang membuat investor menurunkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam waktu dekat.
“Emas diperdagangkan lebih rendah karena data inflasi yang panas. Akan sulit bagi emas untuk menguat karena sebagian dari kenaikannya di atas US$2.000 disebabkan oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang akan dilakukan lebih cepat,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, kepada Reuters.
Haberkorn menambahkan, konfirmasi bahwa The Fed mungkin tidak dapat menurunkan suku bunga dalam waktu dekat akan menjadi katalis bagi tren penurunan harga emas yang lebih rendah lagi.
