Pada Jumat, 1 Maret 2024, harga emas Antam bersertifikat di Logam Mulia mengalami kenaikan sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 1.142.000 per gram. Sementara itu, harga emas buyback juga naik Rp 5.000 menjadi Rp 1.035.000 per gram. Hal ini membuat selisih antara harga jual dan harga buyback hari ini mencapai Rp 107.000 per gram.
Antam menetapkan dua harga untuk emas batangan produksinya: harga beli (saat membeli dari gerai Logam Mulia) dan harga jual kembali (saat menjual ke gerai Logam Mulia). Perbedaan ini penting bagi investor emas karena dapat mempengaruhi potensi keuntungan atau kerugian mereka.
Bagi investor serius yang ingin menghitung potensi untung-rugi dengan benar, mereka perlu memperhatikan dua macam harga ini. Sebagai ilustrasi, berikut adalah kalkulasi potensi untung-rugi jika membeli emas pada beberapa periode tertentu dan menjualnya hari ini:
- Membeli emas pada 23 Februari 2024 (Rp 1.133.000 per gram) = -8,65% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Februari 2024 (Rp 1.143.000 per gram) = -9,45% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Desember 2023 (Rp 1.115.000 per gram) = -7,17% (rugi)
- Membeli emas pada 01 September 2023 (Rp 1.076.000 per gram) = -3,81% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Juni 2023 (Rp 1.060.000 per gram) = -2,36% (rugi)
- Membeli emas pada 01 Maret 2023 (Rp 1.021.000 per gram) = 1,37% (untung)
- Membeli emas pada 01 Desember 2022 (Rp 991.000 per gram) = 4,44% (untung)
- Membeli emas pada 01 September 2022 (Rp 949.000 per gram) = 9,06% (untung)
- Membeli emas pada 01 Juni 2022 (Rp 979.000 per gram) = 5,72% (untung)
Perhitungan ini mencerminkan betapa pentingnya pemahaman terhadap dinamika harga emas dalam investasi jangka panjang.
