Rupiah dibuka pada posisi Rp15.718 per dolar AS pada Senin (4/3) pagi, menunjukkan pelemahan sebesar 14,5 poin atau 0,09 persen dari penutupan sebelumnya. Di tengahnya, mayoritas mata uang di Asia tercatat mengalami penurunan, seperti baht Thailand, yen Jepang, dolar Singapura, yuan China, dan peso Filipina.
Namun, ada beberapa mata uang yang menguat, seperti rupee India, dolar Hong Kong, won Korea Selatan, dan ringgit Malaysia. Sementara itu, mata uang negara maju seperti dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss juga tercatat melemah, meskipun poundsterling Inggris dan euro Eropa menguat sedikit.
Ariston Tjendra, seorang pengamat pasar keuangan, memproyeksikan potensi penguatan rupiah hari ini. Menurutnya, rupiah berpeluang mendapatkan dorongan dari pelemahan data ekonomi AS yang dirilis Jumat lalu, termasuk penurunan indikator inflasi AS, PCE Price Index tahunan bulan Januari menjadi 2,4 persen dari sebelumnya 2,6 persen.
“Dengan sentimen ini, proyeksi pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp15.659 hingga Rp15.730 per dolar AS,” ucapnya
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
