Pada hari Selasa (5/3), indeks-indeks utama Wall Street membuka perdagangan dengan sentimen negatif, di mana Nasdaq yang dipenuhi saham teknologi memimpin penurunan.
Dow Jones Industrial Average turun 82,85 poin atau 0,21% menjadi 38.906,98 pada pembukaan perdagangan, sementara S&P 500 juga mengalami penurunan sebesar 20,43 poin atau 0,40% menjadi 5.110,52. Nasdaq Composite tercatat turun 129,77 poin atau 0,80% menjadi 16.077,74 pada bel pembukaan perdagangan.
Reli pasar Wall Street yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) tampaknya melambat pada awal minggu ini, dengan fokus yang beralih ke arah isyarat baru mengenai kebijakan moneter The Fed. Para investor mengantisipasi sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dan penampilan penting dari Ketua The Fed Jerome Powell.
Pada hari sebelumnya, S&P 500 mencatat rekor tertinggi intraday baru sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih rendah menjelang kesaksian Powell di hadapan anggota parlemen pada hari Rabu dan Kamis.
Ken Polcari, chief market strategist di Slatestone Wealth, mengungkapkan, “Saya pikir Powell akan terus menegaskan bahwa meskipun penurunan suku bunga mungkin akan terjadi, tidak ada rencana segera untuk menerapkannya. Ini menimbulkan kegelisahan di sektor teknologi.”
Di pasar saham, saham Apple merosot 2,2% setelah laporan menunjukkan penjualan iPhone di China mengalami penurunan 24% secara tahunan dalam enam minggu pertama tahun 2024, akibat persaingan yang semakin ketat dengan Huawei dan pesaing domestik lainnya.
Saham megacap lainnya dalam sektor pertumbuhan dan teknologi juga terkoreksi, termasuk Tesla yang turun 2,5% setelah menghentikan sementara produksi di Gigafactory Eropa, dekat Berlin, akibat dugaan serangan pembakaran.
Berita ini menunjukkan bahwa pasar Wall Street sedang mengalami dinamika yang cukup menantang di awal pekan ini, dengan perhatian yang terfokus pada prospek kebijakan moneter dan kinerja perusahaan teknologi terkemuka.
