Pada Rapat Kerja Nasional Kementerian ATR/BPN, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 mencapai 5,05%, didorong oleh perkembangan positif di berbagai kawasan di Indonesia.
Menurut Sri Mulyani, Pulau Sumatera mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 4,7%, yang terdorong oleh penyelesaian jalan tol yang menghubungkan seluruh provinsi di pulau tersebut. Selesainya infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan investasi dan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan juga terus meningkat, didukung oleh proyek Ibu Kota Nusantara dan kenaikan harga komoditas.
Di Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi mencapai 5%, sejalan dengan rata-rata nasional. Di Indonesia Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara, Sri Mulyani menyatakan bahwa ekonomi mereka telah pulih seperti sebelum pandemi Covid-19.
Wilayah timur Indonesia juga menunjukkan kondisi yang membaik. Sulawesi, misalnya, terus tumbuh di atas 6%, sedangkan Maluku mengalami peningkatan ekonomi berkat proyek hilirisasi. Papua juga telah pulih dengan baik.
Sri Mulyani menegaskan bahwa kondisi positif ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia. Dia juga mengatribusikan kesuksesan ini kepada kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mendukung pengurangan jumlah pengangguran dan kemiskinan.
Namun demikian, Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa pengelolaan APBN harus dilakukan dengan hati-hati, karena seperti manusia, penggunaan yang berlebihan tanpa istirahat dapat berpotensi menyebabkan masalah. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengawasan terus menerus diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
