Pada Rabu (20/3), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan tipis sebesar 0,03% menjadi Rp 15.723 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.718 per dolar AS. Meskipun demikian, rupiah menunjukkan kecenderungan bergerak stabil sepanjang pekan ini menjelang rapat Federal Reserve.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 6% pada hari ini, dengan Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa stabilitas rupiah tetap terjaga. Proyeksi ke depan menunjukkan potensi penguatan rupiah didukung oleh langkah-langkah stabilisasi BI.
Fokus pasar kini tertuju pada rapat Federal Reserve malam ini, di mana diperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga. Namun, yang lebih dinantikan adalah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai kebijakan suku bunga selanjutnya.
Mayoritas mata uang Asia hari ini mengalami pelemahan terhadap dolar AS, dengan pengecualian won Korea dan dolar Hong Kong yang menguat tipis masing-masing 0,04% dan 0,01%.
Indeks dolar, yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, menguat menjadi 103,9 pada hari ini dari posisi kemarin di 103,82. Penguatan ini terjadi dalam empat hari perdagangan terakhir sejak Jumat (15/3) lalu, menunjukkan ketegangan dalam pasar mata uang global saat ini.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
