0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Pada Rabu (20/3), nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan seiring ketegangan pasar menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan digelar Kamis (21/3) dini hari waktu Indonesia. Kurs rupiah spot melemah 0,03% menjadi Rp 15.723 per dolar AS, sedangkan nilai tukar rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) turun 0,09% ke Rp 15.727 per dolar AS, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg.

Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, menyatakan bahwa rupiah terdampak oleh kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga yang mungkin diambil oleh The Fed. Inflasi yang melebihi perkiraan dalam dua bulan terakhir juga menjadi sorotan, memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS bisa mengambil sikap hawkish dengan mempertahankan suku bunga atau bahkan merencanakan pengetatan kebijakan moneternya.

โ€œPasar saat ini fokus pada hasil pertemuan Fed, di mana bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga,โ€ ujar Ibrahim dalam risetnya.

Di Asia, langkah Bank of Japan (BoJ) yang menjauh dari kebijakan suku bunga negatif serta keputusan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) untuk mempertahankan suku bunga acuannya turut mempengaruhi pasar mata uang di wilayah ini.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menilai bahwa rupiah bergerak datar (sideways) pada Rabu ini, mencerminkan sikap hati-hati investor dalam menunggu hasil rapat FOMC. Mayoritas mata uang Asia juga mengalami pergerakan terbatas, kecuali beberapa seperti Dollar Taiwan, Peso Filipina, dan Yen Jepang yang menunjukkan kecenderungan pergerakan lebih signifikan.

Pada front domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% serta prediksi potensial pemotongan suku bunga oleh The Fed pada semester kedua 2024, memberikan gambaran bahwa pasar keuangan masih akan mengalami gejolak dalam jangka pendek.

Josua memproyeksikan bahwa rupiah memiliki potensi untuk menguat terbatas pada perdagangan Kamis (21/3), dengan perkiraan rentang perdagangan antara Rp 15.650 hingga Rp 15.750 per dolar AS. Sementara itu, Ibrahim memprediksi rupiah akan ditutup melemah dalam kisaran Rp 15.710 hingga Rp 15.780 per dolar AS.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *