0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Rupiah menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam perdagangan Kamis (21/3), didorong oleh hasil rapat Federal Reserve bulan Maret 2024 yang memberikan sentimen positif bagi pasar.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Kamis (21/3), rupiah spot menguat sekitar 0,34% menjadi Rp 15.669 per dolar AS pada penutupan. Sedangkan nilai tukar rupiah Jisdor juga menguat sekitar 0,41% ke level Rp 15.662 per dolar AS.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengamati bahwa penguatan rupiah didukung oleh hasil rapat FOMC bulan Maret. Federal Reserve merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi inti ke atas, namun tetap memproyeksikan penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin tahun ini. Selain itu, Fed juga mengindikasikan akan memperlambat proses Quantitative Tightening (QT) untuk menjaga stabilitas, dengan nada dan sinyal yang cenderung dovish, sehingga meningkatkan sentimen risiko positif.

“Penguatan sentimen risiko ini mendorong mata uang global menguat terhadap dolar AS,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Kamis (21/3).

Di sisi lain, Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, mengamati bahwa dolar AS merosot ke posisi terendah dalam satu minggu.

Pelemahan dolar AS terjadi karena Federal Reserve mempertahankan prospek penurunan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini. Meskipun suku bunga tidak berubah pada bulan Maret seperti yang diperkirakan, Fed terus memberikan sinyal kuat terkait potensi penurunan suku bunga, meskipun rencana penurunan hanya satu kali pada tahun 2025.

Secara keseluruhan, greenback melemah, terutama terhadap mata uang seperti dolar Australia, meskipun data ekonomi AS secara umum masih mendukung.

“Menurut saya, penurunan dolar hanya sebagai aksi profit taking semata,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Kamis (21/3).

Josua meyakini bahwa penguatan rupiah masih berpotensi melanjutkan tren positifnya dalam perdagangan Jumat (22/3). Sentimen selanjutnya akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS, termasuk klaim pengangguran awal yang diperkirakan naik dan PMI Manufaktur AS yang diperkirakan turun pada bulan Maret 2024.

“Diperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 15.600 – Rp 15.700 per dolar AS pada Jumat,” tambah Josua.

Sutopo juga memperkirakan bahwa rupiah akan berada di rentang serupa, yakni Rp 15.600 – 15.700 per dolar AS, pada perdagangan Jumat.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *