0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Rupiah berada di bawah tekanan pada hari Rabu ini (27/3), dipicu oleh rilis terbaru data ekonomi dari Amerika Serikat (AS).

Menurut Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, Rupiah kemungkinan akan mengalami pelemahan terbatas hari ini. Faktor utama yang mempengaruhi adalah ekspektasi terhadap data ekonomi AS, seperti perkiraan Consumer Confidence Index naik ke level 107,0 dari sebelumnya 106,7, serta proyeksi kenaikan Durable Goods Orders sebesar 1,0% setelah sebelumnya mengalami kontraksi 6,2%.

“Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong, juga melihat adanya tekanan dari faktor eksternal, terutama dengan AS yang merilis data penting seperti Durable Goods Orders yang diperkirakan naik 1,1%,” ujar Lukman.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, juga menambahkan bahwa pasar saat ini sedang mempertimbangkan kembali arah kebijakan suku bunga Fed, dengan fokus pada indikator inflasi seperti indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti.

“Meskipun Fed menandai potensi penurunan suku bunga, hal ini sangat bergantung pada tren inflasi,” jelas Ibrahim.

Secara teknis, para analis memproyeksikan Rupiah bergerak dalam kisaran Rp 15.750 – Rp 15.875 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.

Dalam sesi sebelumnya, Rupiah berhasil menguat tipis sebesar 0,04% menjadi Rp 15.793 per dolar AS. Meski demikian, Rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah sedikit 0,01% ke level Rp 15.795 per dolar AS.

Dengan demikian, pasar akan terus memantau perkembangan data ekonomi AS serta komentar-komentar dari pejabat-pejabat Fed dalam menilai arah pergerakan Rupiah dalam hari-hari mendatang.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *