Pada Senin (8/4), indeks bursa saham Wall Street dibuka dengan kenaikan tipis, didorong oleh naiknya imbal hasil obligasi US Treasury yang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve AS dapat menunda penurunan suku bunga tahun ini.
Pukul 9:49 pagi ET, Dow Jones Industrial Average naik 72,78 poin atau 0,19% menjadi 38.976,82. S&P 500 menguat 0,83 poin atau 0,02% ke 5.205,17, sementara Nasdaq Composite naik 14,24 poin atau 0,09% ke 16.262,76.
Komentar hawkish dari pejabat bank sentral minggu lalu, serta laporan kuat tentang sektor manufaktur dan lapangan kerja yang melebihi perkiraan, menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Hal ini mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga.
Para trader saham AS mencatat kerugian mingguan pada Jumat lalu, setelah mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga. Menurut CME FedWatch Tool, peluang The Fed untuk mengumumkan penurunan suku bunga pertama kali pada bulan Juni sekitar 51%, turun dari sekitar 58% pada awal minggu lalu.
Michael Matousek, kepala pedagang di US Global Investors Inc, mengomentari situasi tersebut dengan mengatakan, “Banyak orang mencoba untuk terlalu optimis dengan penurunan suku bunga The Fed. Itu tidak masuk akal. Kami telah melihat angka-angka ekonomi selama beberapa minggu terakhir. Meskipun tidak menggila, namun tetap kuat. Jadi mengapa Anda benar-benar ingin menurunkan suku bunga?”
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik ke level tertinggi sejak November lalu di awal sesi, menekan pasar ekuitas, dan saat ini berada di level 4,417%.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Maret yang dijadwalkan pekan ini. Proyeksi menunjukkan kenaikan inflasi umum menjadi 3,4% year-on-year, naik dari 3,2% di bulan Februari.
Selain itu, pasar juga menantikan risalah pertemuan terbaru The Fed, yang diprediksi akan tetap mengikuti panduan untuk potensi penurunan suku bunga hingga tiga kali pada tahun 2024.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
