Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap solid pada tahun 2024, dengan sejumlah lembaga internasional seperti IMF, World Bank, ADB, OECD, dan Fitch Ratings memperkirakan kisaran pertumbuhan sekitar 5%. Menurut Teuku Riefky dari LPEM FEB UI, proyeksi ini didorong oleh aktivitas ekonomi terdistribusi akibat adanya pemilu nasional dan daerah, yang mempengaruhi sektor-sektor seperti periklanan, transportasi, dan jasa.
Meskipun sektor manufaktur, terutama sub-sektor makanan dan minuman (mamin), diprediksi stagnan, industri mamin tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari sepertiga dari sektor manufaktur. Permintaan domestik yang besar menjadi salah satu faktor utamanya.
Selain itu, sektor produk besi baja juga diharapkan mengalami peningkatan seiring pulihnya ekonomi China, yang dapat mendorong permintaan terhadap produk besi baja dari Indonesia.
Tantangan bagi ekonomi Indonesia tahun ini termasuk transisi pemerintahan, transformasi struktural, disiplin fiskal, dan dorongan untuk industrialisasi demi pembangunan ekonomi jangka panjang. Perlambatan ekonomi global dan kebijakan pemotongan suku bunga The Fed juga menjadi faktor yang perlu dihadapi.
