Pasar Asia-Pasifik mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Jumat (19/4/2024), dipengaruhi oleh penurunan di Wall Street semalam dan data inflasi yang dirilis oleh Jepang.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun tajam sebesar 1,88% setelah pembacaan inflasi bulan Maret, yang menunjukkan tingkat inflasi utama turun menjadi 2,7% dari 2,8% pada bulan Februari. Indeks Topix juga mengalami penurunan sebesar 1,3%.
Di Korea Selatan, Kospi mengalami penurunan signifikan sebesar 1,8%, setelah sebelumnya memimpin kenaikan di Asia pada hari Kamis. Sementara itu, Kosdaq yang berkapitalisasi kecil turun 1,34%.
S&P/ASX 200 di Australia juga tercatat turun hampir 1%, mencerminkan tekanan yang dirasakan di seluruh pasar regional.
Para pelaku pasar juga memperhatikan kinerja keuangan perusahaan, di mana Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp mencatatkan hasil pendapatan dan laba di kuartal pertama di atas ekspektasi.
Di Wall Street semalam, indeks S&P 500 mencatat kerugian untuk hari kelima berturut-turut, penurunan terpanjang sejak Oktober lalu dengan kehilangan 0,22%. Nasdaq Composite juga turun 0,52%, sementara Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,06%.
Pasar di Asia-Pasifik terus berada dalam tekanan akibat ketidakpastian global dan data ekonomi yang menjadi sorotan utama bagi investor di awal tahun 2024.
