0 0
Read Time:2 Minute, 49 Second

Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 5,11% year on year pada kuartal I-2024, yang merupakan capaian tertinggi sejak 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan belanja pemerintah terkait Pemilihan Umum (Pemilu) serta konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan persiapan Idul Fitri.

Berbagai ekonom memberikan pandangan beragam mengenai capaian ini. Ada yang optimis, namun ada pula yang memperingatkan potensi perlambatan di sisa tahun. Berikut adalah analisis dari lima ekonom terkait kinerja ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2024.

BCA: David Sumual

Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,11% pada kuartal I-2024 didorong oleh belanja Pemilu, pembangunan infrastruktur, dan pemulihan ekspor, khususnya tembaga. Peningkatan konsumsi selama Ramadhan dan Lebaran juga memberikan dorongan pada sektor makanan, minuman, perhotelan, dan transportasi. Namun, David melihat bahwa faktor pendorong serupa mungkin tidak akan terjadi di kuartal-kuartal berikutnya.

David mencatat bahwa belanja fiskal meningkat 18% year on year per Maret 2024, sementara penerimaan negara terkontraksi 4,1%. Dengan ruang fiskal yang semakin sempit dan meningkatnya biaya subsidi energi, dukungan APBN terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas. Selain itu, ia memperkirakan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah akan melemah seiring kenaikan harga pangan dan barang lainnya.

Bank Permata: Josua Pardede

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, melihat konsumsi rumah tangga meningkat pada kuartal I-2024 karena pergeseran Ramadhan dari kuartal II ke kuartal I, yang meningkatkan konsumsi dari 4,47% pada Q4 2023 menjadi 4,91% pada Q1 2024. Namun, ia mencatat bahwa konsumsi rumah tangga belum kembali ke tingkat rata-rata sebelum pandemi, yaitu sekitar 5% yoy.

Josua memperingatkan bahwa tekanan inflasi bahan makanan akibat El Nino dapat menekan konsumsi rumah tangga. Selain itu, transisi pemerintahan dapat menyebabkan investor mengambil sikap wait and see, mempengaruhi kinerja investasi. Meski demikian, ia melihat peluang pertumbuhan dari belanja pemerintah terkait Pemilu dan percepatan Proyek Strategis Nasional.

Bank Mandiri: Andry Asmoro

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sesuai prediksi lembaganya, didorong oleh Pemilu dan Ramadhan. Andry optimis bahwa kinerja pertumbuhan ini dapat berlanjut pada kuartal II 2024, tergantung pada data ekonomi Amerika Serikat. Jika inflasi di AS melambat, harapan pemangkasan suku bunga The Fed akan mendukung perekonomian Indonesia melalui capital inflow.

Selain itu, Andry menilai optimisme dunia usaha dalam menyambut 2025 dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5% pada tahun 2024.

INDEF: Esther Sri Astuti

Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, pesimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II akan sebaik kuartal I, karena didorong oleh faktor musiman seperti Pemilu dan Ramadhan. Menurutnya, ‘suplemen’ ekonomi seperti bantuan sosial tidak bisa diberikan terus menerus, dan faktor-faktor musiman sudah rampung.

Esther juga mencatat bahwa meningkatnya konflik geopolitik seperti antara Iran dan Israel dapat menyebabkan kenaikan harga minyak dan inflasi domestik, yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Maybank Indonesia: Myrdal Gunarto

Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal I didorong oleh aktivitas domestik, terutama belanja pemerintah, pemberian bantuan sosial, dan kenaikan gaji PNS. Belanja pemerintah selama Pemilu dan kampanye juga memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi.

Myrdal memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 akan mencapai 5,1%, terutama jika ada kepastian kebijakan moneter global dan pemangkasan suku bunga The Fed. Kepastian mengenai pemerintah baru pengganti Presiden Jokowi juga akan memberikan keyakinan pada investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *