0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Wall Street menutup perdagangan Selasa (7/5) dengan kenaikan yang terbatas pada sebagian besar indeks. Investor masih mempertimbangkan kapan dan seberapa besar Federal Reserve (Fed) akan menurunkan suku bunga tahun ini.

Indeks acuan global MSCI naik 0,30%, sementara saham Eropa mencatatkan penutupan pada rekor tertinggi. Imbal hasil Treasury tenor acuan sedikit melemah, tetapi dolar AS menguat karena prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan negara maju lainnya.

“Ini adalah hari yang tenang, indeks utama datar, dan ada beberapa aksi ambil untung,” ujar Tim Ghriskey, ahli strategi portofolio senior di Ingalls & Snyder di New York. Ia menambahkan, fokus investor tetap pada Fed yang telah menyatakan tidak akan ada banyak perubahan dalam waktu dekat.

Data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat lalu, serta laporan PDB sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan paling lambat dalam hampir dua tahun, memicu spekulasi dovish di kalangan investor. Mereka sekarang memperkirakan penurunan suku bunga Fed sebesar 44 basis poin pada akhir 2024, dengan kemungkinan penurunan pertama pada September, menurut aplikasi probabilitas suku bunga LSEG. Sebelumnya, pasar hanya memperkirakan satu penurunan suku bunga karena inflasi yang masih tinggi.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari dalam sebuah esainya mengatakan bahwa kemajuan yang terhenti dalam penanganan inflasi mungkin berarti kebijakan moneter tidak akan seketat yang diperkirakan. Ini menandakan bahwa harga bisa berada di level lebih tinggi dari target 2% yang ditetapkan Fed.

“Kami tidak berpikir inflasi tidak akan turun. Kami hanya tidak berpikir bahwa setelah mendapat tiga data inflasi yang tinggi, kami akan merasa nyaman dengan inflasi secepat itu,” kata Thierry Wizman, ahli strategi valas dan suku bunga global di Macquarie di New York. Menurutnya, Fed mungkin membutuhkan lebih dari satu atau dua data inflasi rendah sebelum merasa nyaman, yang berarti mungkin tidak ada cukup waktu tahun ini untuk melakukan dua penurunan suku bunga.

Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 0,08%, S&P 500 (.SPX) naik 0,13%, dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 0,1%.

Sementara itu, optimisme dari laporan keuangan sektor keuangan serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada awal bulan depan mengangkat saham-saham di Eropa. Indeks pan-regional STOXX 600 (.STOXX) ditutup naik 1,14%. DAX Jerman (.GDAXI) melonjak 1,4%.

Dolar AS yang sempat melemah pada awal perdagangan berhasil rebound dan menguat terhadap sekeranjang mata uang dunia. Dolar AS bahkan menguat terhadap yen Jepang meskipun ada peringatan baru dari pejabat Jepang tentang kesediaan mereka untuk menopang mata uang mereka.

Indeks dolar (.DXY) naik 0,3%, dengan euro (EUR=) turun 0,14% menjadi $1,0753. Yen Jepang melemah 0,49% terhadap greenback di 154,68 per dolar, sementara poundsterling (GBP=) terakhir diperdagangkan di $1,2508, turun 0,42% pada hari ini.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *