Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan pada Kamis (9/5). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam kini berada di Rp 1.306.000, turun Rp 2.000 dari harga pada Rabu (8/5) yang berada di level Rp 1.308.000 per gram.
Menurut Jonathan Octavianus, peneliti dan pengembang dari ICDX, penurunan harga emas Antam disebabkan oleh fluktuasi harga emas dunia. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas turun 0,037% ke level US$ 2.310 pada Kamis (9/5) pukul 14.30 WIB.
Sentimen The Fed dan Fluktuasi Harga Emas
Jonathan menjelaskan bahwa sentimen dari beberapa pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengisyaratkan penurunan suku bunga tahun ini juga memengaruhi harga emas Antam. “Dengan begitu, membuat para investor beralih dan lebih memilih aset-aset yang lebih berisiko. Ekspektasi pembatasan suku bunga yang berkepanjangan membebani emas, karena daya tarik aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas ini, akan berkurang seiring dengan kenaikan suku bunga,” kata Jonathan kepada Kontan.co.id, Kamis (9/5).
Prospek Kenaikan Harga Emas
Meski mengalami penurunan, Jonathan melihat bahwa harga emas ke depannya akan kembali naik. Penurunan imbal hasil treasuri AS sebesar 3,5 basis poin (bps) menjadi 4,481% serta tingginya pembelian emas mendukung prediksi ini. Menurut data dari World Gold Council (WCG), pembelian emas oleh bank sentral mencapai 15 ton, sejalan dengan tren bulan-bulan sebelumnya.
Selain itu, data PMI Jasa Caixin China per April 2024 yang berada di atas 50 poin menunjukkan sektor manufaktur yang ekspansif, menjaga harapan akan tingginya permintaan emas di China.
Jonathan memprediksi harga emas Antam ke depannya akan diperdagangkan di kisaran Rp 1.315.000 – Rp 1.320.000 per gram. “Penurunan ini hanya bagian dari koreksi pasar, dalam waktu dekat bakal ada kenaikan tipis,” ujarnya.
Prediksi Akhir Tahun
Untuk akhir tahun 2024, Jonathan memprediksi harga emas Antam kemungkinan besar akan melonjak mencapai Rp 1.500.000 per gram, dengan dasar perhitungan kurs saat ini. Menurutnya, secara jangka panjang emas tetap akan menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan mata uang fiat, sehingga masih tetap banyak peminatnya.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
