Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (10/5), Bursa Asia menunjukkan penguatan yang signifikan. Pada pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,52% ke 38.654,34, memimpin penguatan di pasar saham Asia. Indeks Hang Seng Hong Kong juga menguat 0,71% ke 18.669,43.
Beberapa bursa lainnya juga mencatatkan kenaikan, dengan indeks Taiex Taiwan naik 0,63% ke 20.690,92 dan indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,78% menjadi 2.733,17. Indeks S&P/ASX 200 Australia pun turut menguat 0,56% ke 7.764,5.
Namun, tidak semua bursa mengalami kenaikan. Indeks FTSE Straits Times Singapura turun tipis 0,63% ke 3.286,51, sedangkan FTSE Malay Malaysia naik 0,13% ke 1.603,36.
Faktor Pendorong Penguatan
Penguatan di bursa Asia ini dipimpin oleh pasar saham Jepang, yang mendapatkan dorongan positif dari data belanja konsumen tahunan yang lebih kuat dari perkiraan. Meskipun belanja rumah tangga Jepang secara keseluruhan pada bulan Maret turun 1,2% YoY, penurunan ini lebih rendah dari ekspektasi 2,4% berdasarkan jajak pendapat para ekonom Reuters. Secara bulanan, belanja rumah tangga Jepang naik 1,2%, dibandingkan perkiraan penurunan 0,3%.
Selain itu, harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve juga meningkatkan sentimen pasar. Data klaim pengangguran mingguan terbaru di Amerika Serikat berada pada level tertinggi sejak Agustus 2023, meningkatkan ekspektasi bahwa para bankir bank sentral mungkin akan menurunkan suku bunga pada suatu saat di tahun ini.
Wall Street Menguat
Bursa saham Amerika Serikat juga menunjukkan kinerja yang perkasa. Ketiga indeks utama Wall Street menguat, dengan indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham melonjak 0,85%, mencatat penguatan beruntun terpanjang sejak sembilan hari berturut-turut di bulan Desember. Indeks S&P 500 menguat 0,51%, sementara Nasdaq Composite naik 0,27%.
Penguatan di Wall Street ini turut memberikan sentimen positif ke pasar saham Asia, memberikan dorongan tambahan bagi indeks-indeks utama di kawasan ini.
