Mata uang utama mengalami tekanan akibat narasi suku bunga tinggi yang kembali meningkat. Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan kekuatan terhadap sekeranjang mata uang utama, dengan pergerakan yang cukup signifikan dalam beberapa pasangan mata uang.
Pandangan Pengamat Komoditas dan Mata Uang
Lukman Leong, pengamat komoditas dan mata uang, mengungkapkan bahwa pernyataan hawkish dari pejabat-pejabat The Fed mengejutkan investor. Hal ini terjadi meskipun data inflasi AS menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan. Menurut Lukman, nada hawkish dari The Fed bisa berubah menjadi dovish jika data ekonomi AS kembali menunjukkan kelemahan.
Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga pada September 2024 telah menurun dari sekitar 60% menjadi sedikit di atas 50%, menunjukkan bahwa suku bunga tinggi mungkin akan bertahan lebih lama.
Pergerakan Mata Uang
- GBP/USD: Melemah 0,27% ke level 1,084
- EUR/USD: Menguat tipis 0,14% ke level 1,272
- USD/JPY: Menguat 0,87% ke level 156
Lukman mencatat bahwa dolar AS masih kuat menjelang bulan Juni 2024, saat Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) diperkirakan akan mulai memangkas suku bunga. Namun, dukungan dolar dari konflik dan ketidakpastian di Timur Tengah belum begitu signifikan saat ini.
Prospek Mata Uang Utama
- Japanese Yen (JPY): Diperkirakan akan tetap tertekan dalam rentang 150-160. USD/JPY tertekan oleh carry traders, namun didukung oleh ancaman intervensi dari Bank of Japan (BoJ).
- EUR dan GBP: Akan terus berfluktuasi seiring dengan rilis data-data ekonomi ke depan.
Lukman menambahkan bahwa faktor safe haven dari dolar AS saat ini belum berperan signifikan, kecuali ada eskalasi konflik yang lebih besar.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
