0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

Pada perdagangan Rabu (29/5/2024), rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan berlanjutnya data ekonomi positif dari Negeri Paman Sam. Berdasarkan data Refinitiv, pada pukul 09:00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,25% ke posisi Rp 16.125/US$, mendekati level psikologis Rp 16.100/US$.

Pergerakan Harga Rupiah:

  • Selasa (28/5): Ditutup melemah 0,16% di Rp 16.085/US$.
  • Rabu (29/5): Dibuka melemah 0,25% ke Rp 16.125/US$.

Kelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, meskipun hanya tipis. Indeks dolar AS (DXY) ditutup naik 0,01% menjadi 104,61 pada perdagangan kemarin.

Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah:

  1. Kebijakan The Fed yang Masih Hawkish: Pelemahan rupiah sebagian besar dipengaruhi oleh sikap hawkish dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru menunjukkan kekhawatiran para pengambil kebijakan mengenai waktu yang tepat untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Saat ini, The Fed masih menargetkan inflasi turun ke level 2%.
  2. Data Ekonomi AS Positif: Data ekonomi AS yang baru dirilis menunjukkan penguatan, termasuk kenaikan indeks kepercayaan konsumen (IKK) AS untuk bulan Mei menjadi 102, dari 97,5 pada April. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat AS masih kuat, yang dapat memicu kebijakan hawkish The Fed berlanjut.
  3. Perkiraan Pemangkasan Suku Bunga: Survei CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed mengecil. Sebelumnya diperkirakan ada dua kali pemangkasan suku bunga pada September dan Desember 2024, kini menjadi hanya satu kali pada November 2024 sebesar 25 basis poin (bp).

Prospek ke Depan: Pelaku pasar akan menunggu rilis data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) yang akan datang, sebagai indikator penting untuk penyesuaian kebijakan The Fed ke depan. Penantian ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see dalam mengambil keputusan.

Dengan terus berlanjutnya sikap hawkish dari The Fed dan data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan, pergerakan rupiah kemungkinan akan terus tertekan terhadap dolar AS dalam waktu dekat.

Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *