Saham-saham di Asia Pasifik menunjukkan kinerja yang beragam pada hari Senin, setelah kenaikan selama sepekan di pasar Amerika Serikat (AS).
Pada pukul 7:30 WIB, S&P/ASX 200 turun tipis 0,1%, sementara KOSPI 200 Korea Selatan naik 0,2%, dan Nikkei 225 Jepang turun 0,3%.
Di AS, saham-saham mengakhiri minggu sebelumnya dengan keuntungan, menjauhkan pasar dari kinerja lesu yang disaksikan pada bulan April. Dow Jones Industrial Average naik 0,3%, menandai kemenangan sesi perdagangan kedelapan berturut-turut di tahun 2024. Indeks S&P 500 naik tipis 0,2%, dan NASDAQ Composite hampir nggak berubah. Sejauh ini di bulan Mei, ketiga indeks tersebut sudah naik setidaknya 3,7%.
Kinerja di bulan Mei ini menandakan perubahan dari bulan April ketika data inflasi yang tinggi secara tak terduga mengganggu antisipasi Wall Street untuk penurunan suku bunga, memicu aksi jual obligasi dan berdampak pada pasar saham. Data selanjutnya yang menunjukkan perlambatan dalam perekrutan tenaga kerja dan peningkatan klaim pengangguran telah meredakan kekhawatiran beberapa investor tentang inflasi yang berkepanjangan yang melampaui target 2% Federal Reserve. Tumbuhnya keyakinan akan perlambatan ekonomi secara bertahap telah berkontribusi pada reli obligasi bulan ini, yang menyebabkan penurunan imbal hasil.
Di antara saham-saham “Magnificent Seven”, sebagian besar mengalami penurunan pada hari Jumat. Namun, NVIDIA Corporation (NASDAQ
), Qualcomm Incorporated (NASDAQ
), dan Broadcom Inc (NASDAQ
) mengalami kenaikan setelah TSMC Taiwan, produsen chip kontrak terbesar di dunia, melaporkan penjualan yang cukup besar.
Di sektor farmasi, Moderna Inc (NASDAQ
) turun 4,4% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan meleset dari tanggal yang ditargetkan untuk mengambil keputusan mengenai vaksin RSV yang diusulkan Moderna. Sebaliknya, saham Novavax melonjak 99% setelah produsen vaksin ini mengumumkan perjanjian lisensi dengan perusahaan perawatan kesehatan Prancis, Sanofi (EPA
) untuk bersama-sama mengkomersialkan vaksin Covid-19.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 1,3% jadi US$82,79 per barel, sementara harga emas naik 0,6% jadi US$2.360,50. Di pasar obligasi lokal, imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 2 tahun turun jadi 4,02%, dan imbal hasil 10 tahun juga turun jadi 4,32%. Obligasi pemerintah AS naik, dengan imbal hasil 2 tahun di 4,87% dan imbal hasil 10 tahun di 4,50%.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
