Berikut adalah ulasan mengenai situasi dolar AS berdasarkan informasi yang telah kamu berikan:
Dolar AS melemah pada hari Rabu setelah data tenaga kerja dan ekonomi AS menunjukkan penurunan. Permohonan awal untuk tunjangan pengangguran AS meningkat, dengan jumlah orang yang menganggur mencapai tingkat tertinggi dalam 2-1/2 tahun menjelang akhir bulan Juni. Klaim pengangguran naik menjadi 238.000 untuk pekan yang berakhir pada 29 Juni, sementara jumlah orang yang menerima tunjangan setelah minggu pertama bantuan juga meningkat.
Laporan ADP tentang lapangan kerja swasta menunjukkan penambahan 150.000 pekerjaan di bulan Juni, sedikit di bawah perkiraan ekonom sebesar 160.000. Di sisi lain, laporan jasa dari Institute for Supply Management menunjukkan angka 48,8, yang merupakan level terendah dalam empat tahun, menunjukkan kontraksi di sektor jasa AS.
Reaksi pasar terhadap data ini membuat indeks dolar AS turun 0,4% menjadi 105,23 terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Euro, sebagai mata uang lawan utama dolar, menguat ke level tertinggi dalam tiga minggu terhadap dolar AS, naik 0,6% menjadi $1,0805.
Perkembangan ini juga tercermin dalam pasar berjangka, di mana peluang penurunan suku bunga AS diproyeksikan sebesar 74% pada bulan September, dengan ekspektasi untuk dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.
Untuk perdagangan selanjutnya, analis dari Vibiz Research Center memperkirakan bahwa indeks dolar AS akan terus bergerak lemah, tertekan oleh pelemahan data ekonomi dan tenaga kerja AS. Indeks dolar AS diperkirakan akan bergerak dalam kisaran support antara 104,91 hingga 104,60. Namun, jika terjadi pergerakan naik, indeks dolar AS dapat mencapai kisaran resistance antara 105,67 hingga 106,12.
Fokus pasar saat ini akan beralih ke laporan Non Farm Payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
