0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

Pada Rabu, 17 Juli 2024, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), ditutup pada Rp16.095/US$, naik 0,49% dari hari sebelumnya. Ini merupakan posisi terkuat rupiah sejak 28 Mei 2024.

Kebijakan BI: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 6,25% pada bulan Juli 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada kisaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025.

Kebijakan Moneter dan Ekonomi:

  • Fokus kebijakan moneter jangka pendek adalah untuk memperkuat efektivitas nilai tukar rupiah dan menarik aliran modal asing.
  • Kebijakan makroprudential dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan kebijakan makroprudential yang longgar untuk mendorong kredit kepada dunia usaha dan rumah tangga.

Proyeksi Suku Bunga The Fed: Perry Warjiyo memperkirakan bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuannya pada November 2024, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi nilai tukar rupiah.

Teknikal Rupiah:

  • Support: Terdekat pada Rp16.000/US$, yang merupakan level psikologis dan dekat dengan low candle intraday 28 Mei 2024.
  • Resistance: Perlu diantisipasi jika ada risiko pembalikan arah melemah di Rp16.160/US$, yang merupakan garis rata-rata selama 50 jam atau Moving Average (MA) 50.

Dengan kebijakan BI yang konsisten dan potensi penurunan suku bunga The Fed, diharapkan nilai tukar rupiah dapat terus menguat dan stabil dalam waktu dekat.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *