0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Pergerakan Harga Emas: Harga emas menunjukkan penurunan yang signifikan, melemah 0,72% menjadi US$ 2.423 per ons troi pada Jumat, 19 Juli 2024, pukul 12.00 WIB, menurut Trading Economics. Analis Dupoin Indonesia, Andrew Fischer, memprediksi bahwa harga emas akan berada di kisaran US$ 2.420 – US$ 2.421 per ons troi dalam waktu dekat.

Faktor-Faktor Penyebab Penurunan:

  1. Kenaikan Harga Emas Sebelumnya: Fischer mencatat bahwa harga emas telah mencapai titik jenuh beli setelah kenaikan sebelumnya, sehingga kini mengalami koreksi. Kenaikan harga yang tajam sering kali diikuti oleh penurunan karena pasar menyesuaikan diri.
  2. Sinyal Bearish dalam Analisis Teknikal:
    • Pola Candlestick: Pola candlestick yang terbentuk menunjukkan adanya tekanan jual signifikan.
    • Trendline: Garis resistensi yang kuat menahan harga emas dari kenaikan lebih lanjut, mengindikasikan potensi penurunan harga.
  3. Pemulihan Indeks Dolar AS (DXY):
    • DXY dan Imbal Hasil Obligasi: DXY, yang mengukur nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, pulih ke sekitar 103,80, didorong oleh peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bertenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing sebesar 4,45% dan 4,17%. Dolar yang lebih kuat dapat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, membatasi kenaikan harga emas.

Faktor-Faktor yang Mendukung Kenaikan:

  1. Optimisme terhadap Penurunan Suku Bunga The Fed:
    • Ekspektasi Penurunan Suku Bunga: Pasar mengharapkan Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada September 2024. Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik emas karena aset non-yielding seperti emas menjadi lebih menarik di lingkungan suku bunga yang lebih rendah.
    • Pernyataan Pejabat The Fed: Gubernur The Fed Christopher Waller dan Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin menunjukkan kepercayaan bahwa inflasi mungkin melandai, mendukung prediksi penurunan suku bunga.
  2. Probabilitas Penurunan Suku Bunga:
    • FedWatch Tool: Menunjukkan probabilitas 93,5% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan September, meningkat dari 69,7% pada pekan sebelumnya.

Kesimpulan: Meskipun ada faktor-faktor yang mendukung potensi kenaikan harga emas, seperti ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, Fischer menilai bahwa tekanan jual yang kuat dan kondisi pasar yang jenuh beli menjadi alasan utama mengapa harga emas diprediksi akan menurun dalam waktu dekat. Pemulihan DXY dan imbal hasil obligasi juga menambah tekanan pada harga emas, membatasi potensi kenaikannya.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *