Keputusan Bank Indonesia: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 6,25 persen. Keputusan ini diharapkan memengaruhi likuiditas perbankan Indonesia, namun tidak hanya kebijakan moneter BI yang mempengaruhi.
Pandangan Josua Pardede: Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede, menyoroti bahwa likuiditas perbankan tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter tetapi juga kebijakan fiskal pemerintah. Dalam sesi Market Review IDX Channel pada Kamis, 18 Juli 2024, Josua menyatakan pentingnya mempertimbangkan kebijakan fiskal sebagai faktor penentu kinerja perbankan.
Kebijakan Fiskal Pemerintah: Josua menjelaskan beberapa kebijakan fiskal yang berdampak pada likuiditas perbankan:
- Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi: Perubahan dalam penghitungan PPh Pasal 21 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168 Tahun 2023.
- Iuran Tapera: Pengenaan iuran tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang kini juga membebani pekerja dan pemberi kerja, sesuai PP Nomor 21 Tahun 2024.
Josua menilai bahwa kebijakan ini berpengaruh pada pendapatan dan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya mempengaruhi likuiditas perbankan. Ia juga mencatat bahwa perubahan kebijakan seperti tarif efektif rata-rata untuk pajak dan iuran Tapera turut memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja perbankan.
Kenyataan Likuiditas Perbankan Menurut BI: Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa likuiditas perbankan tetap memadai meskipun suku bunga tetap di level 6,25 persen. Menurutnya, likuiditas perbankan di kuartal II/2024 tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 25,36 persen, menunjukkan bahwa likuiditas masih aman dan terjaga.
Perry juga menyebutkan bahwa likuiditas perbankan didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 8,45 persen secara tahunan di kuartal II/2024 dan aliran masuk portofolio asing yang positif.
Kesimpulan: Kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah keduanya berperan penting dalam menentukan likuiditas perbankan. Sementara BI mempertahankan suku bunga untuk memastikan stabilitas ekonomi, kebijakan fiskal seperti perubahan pajak dan iuran Tapera juga mempengaruhi daya beli masyarakat dan, secara tidak langsung, likuiditas perbankan.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
