0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Jumat, 26 Juli 2024, setelah aksi jual besar-besaran kemarin menyebabkan beberapa indeks di wilayah tersebut jatuh ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Pada pukul 08:26 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,1%, Shanghai Composite China sedikit melemah 0,03%, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,16%. Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,44%, ASX 200 Australia naik 0,73%, dan KOSPI Korea Selatan tumbuh 0,63%.

Di Jepang, meskipun Nikkei 225 mengalami koreksi tajam selama dua hari berturut-turut, mata uang yen justru menguat dan menjadi yang terbaik dalam dua hari terakhir. Yen didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada pertemuan mendatang. Dukungan politik untuk suku bunga yang lebih tinggi serta pemulihan yen, seperti yang disuarakan oleh Jenderal Motegi dan Menteri Transformasi Digital Kono, turut memperkuat yen dan menambah tekanan pada Nikkei.

Di sisi lain, Honda dilaporkan akan menutup beberapa pabrik di China dan menghentikan produksi di pabrik lainnya untuk beralih ke produksi kendaraan listrik, menurut Reuters.

Pergerakan bursa Asia-Pasifik hari ini cenderung tidak mengikuti jejak bursa saham Amerika Serikat (AS) yang mayoritas melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sedikit menguat 0,2%, namun indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mengalami koreksi. S&P 500 turun 0,51% dan Nasdaq merosot 0,93%. Penurunan ini dipicu oleh laba lesu dari induk Google dan produsen kendaraan listrik, yang mengakibatkan grup saham teknologi “Magnificent Seven” mengalami penurunan signifikan pada hari Rabu, menjadikannya hari terburuk Nasdaq dan S&P 500 sejak 2022.

Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai ukuran ketakutan Wall Street, naik menjadi 18,46, mencapai level tertinggi baru dalam 14 minggu terakhir.

Sementara itu, data awal produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal II-2024 menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,8% secara kuartalan, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya dan di atas ekspektasi pasar. Data ini menunjukkan bahwa investasi bisnis dan belanja konsumen terus mendorong pertumbuhan meskipun harga barang tetap tinggi. Fokus kini beralih ke laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis hari ini, untuk mengkonfirmasi spekulasi mengenai kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve lebih awal.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *