Indikator ekonomi terbaru mengisyaratkan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) kemungkinan besar akan mulai menurunkan suku bunga acuan pada bulan September 2024, setelah serangkaian kenaikan sejak 2022 yang bertujuan meredam laju inflasi. Sinyal ini berasal dari berbagai data resmi pemerintah AS serta laporan keuangan terbaru dari dunia usaha.
Laporan keuangan kuartal kedua 2024 di Wall Street menjadi sorotan utama, mencerminkan kondisi ekonomi riil. Pendapatan sektor perbankan bervariasi, sementara laporan dari raksasa teknologi yang dikenal sebagai “The Magnificent Seven” juga menunjukkan hasil yang beragam. Alphabet, induk perusahaan Google, berhasil melampaui ekspektasi, sementara Tesla, produsen mobil listrik, justru gagal mencapai proyeksi.
Anna Rathbun dari CBIZ Investment Advisory mencatat bahwa saham-saham “The Magnificent Seven” menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi hingga hampir mustahil untuk terpenuhi. “Tidak mengherankan jika terjadi aksi jual,” kata Rathbun.
Di sisi lain, data dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) pada triwulan kedua 2024 naik 2,8% secara tahunan, jauh melebihi ekspektasi analis dan melampaui pertumbuhan kuartal sebelumnya yang hanya 1,4%.
Brad Bernstein dari UBS Private Wealth Management menjelaskan bahwa pendapatan sejumlah perusahaan teknologi besar tidak mencapai target, yang memicu kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi AS. Namun, data PDB yang kuat memberi keyakinan bahwa ekonomi AS masih berada di jalur yang baik dan menunjukkan tanda-tanda “pendaratan empuk,” sebuah situasi di mana ekonomi melambat dan inflasi mereda tanpa memicu gelombang PHK dan resesi.
“PDB yang melampaui ekspektasi, pendapatan dunia usaha yang lebih baik dari perkiraan, dan kemungkinan The Fed akan melonggarkan kebijakan dengan menurunkan suku bunga acuan, ini semua adalah sinyal positif untuk paruh kedua tahun ini,” ujar Bernstein.
Selain itu, data terbaru dari Departemen Perdagangan juga menunjukkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) melemah menjadi 2,5% dibandingkan tahun lalu, turun dari 2,6%. Ini menambah keyakinan bahwa inflasi mulai terkendali.
