0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (30/7), dengan investor yang berhati-hati menanti laporan pendapatan perusahaan teknologi besar dan pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan ini.

Pada bel pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 82,2 poin atau 0,20% ke level 40.622,13, S&P 500 naik 15,2 poin atau 0,28% ke level 5.478,73, dan Nasdaq Composite naik 53,9 poin atau 0,31% ke level 17.424,1.

Fokus investor hari ini tertuju pada laporan kinerja kuartalan Microsoft yang akan dirilis setelah pasar ditutup. Microsoft, yang dipandang sebagai pelopor dalam bidang kecerdasan buatan (AI), diharapkan memberikan indikasi mengenai strategi dan investasi perusahaan dalam teknologi AI, yang telah menjadi pendorong utama kenaikan saham teknologi.

Namun, hasil kinerja Tesla yang mengecewakan pekan lalu, ditambah dengan perkiraan pengeluaran yang lebih tinggi dari Alphabet, telah memicu aksi jual di pasar, terutama di saham-saham berkapitalisasi besar. Laporan kuartalan dari raksasa teknologi ini akan menjadi penentu apakah tren kenaikan ekuitas yang didorong oleh AI dapat terus berlanjut.

Scott Ladner, kepala investasi di Horizon Investments, mengungkapkan bahwa para investor sedang mengamati bagaimana perusahaan-perusahaan besar ini akan terus berinvestasi dalam adopsi AI dan apakah mereka akan mendapatkan dukungan dana yang cukup dari pasar untuk membangun dunia AI yang lebih maju.

Selain laporan kinerja perusahaan, investor juga menantikan data laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis setelah pasar dibuka, yang akan menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS. Laporan Non-farm Payrolls yang akan keluar pada hari Jumat juga diharapkan menjadi tolok ukur penting.

Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) diperkirakan menunjukkan adanya 8 juta lowongan pekerjaan di bulan Juni, sedikit menurun dari 8,14 juta di bulan Mei. Data ini, bersama dengan inflasi yang terus membaik, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memberikan sinyal penurunan suku bunga pada bulan September. Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemotongan 25 basis poin mencapai 90%.

Namun, para analis memperingatkan bahwa komentar hawkish dari The Fed dapat menekan pasar ekuitas secara signifikan. Sementara itu, harapan penurunan suku bunga yang lebih awal telah mendorong investor beralih ke saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil, menjauh dari sektor teknologi yang mendominasi pasar.

Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, berada di jalur untuk mencatatkan lonjakan bulanan terbesarnya sejak awal tahun ini dan siap untuk mengungguli tiga indeks utama AS lainnya. Kontrak berjangka Russell 2000 naik 0,30% pada hari ini.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *