Setelah menutup perdagangan sebelumnya dengan penurunan sebesar 0,7% di level 17.391, Indeks Hang Seng kini menghadapi tantangan baru. Indeks Saham Cina Enterprise (HSCE) juga tertekan dengan penurunan 0,87% ke 6.141,78, sementara indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2024 turun 0,90% ke posisi 17.376.
Untuk perdagangan hari ini, sentimen positif dari pasar AS dapat memberikan dorongan bagi Hang Seng. Bursa saham AS menguat setelah merespons rilis risalah pertemuan Federal Reserve serta revisi data Non-Farm Payroll (NFP) AS untuk Maret yang menunjukkan perubahan signifikan.
Di sisi lain, harga minyak mentah WTI yang terjun ke posisi terendah dalam enam bulan setelah rilis risalah pertemuan Fed dan revisi data pekerjaan AS juga bisa menjadi faktor pendukung bagi Hang Seng, mengingat tekanan pada sektor energi bisa meredam kekhawatiran inflasi.
Secara teknikal, analis dari Vibiz Research Center memperkirakan Indeks Hang Seng berpotensi menguat. Pada sesi awal, indeks ini diperkirakan dapat naik menuju posisi 17.450. Jika level ini berhasil ditembus, Hang Seng berpotensi melanjutkan kenaikan menuju Resistance 1 (R1) hingga Resistance 2 (R2).
Namun, jika pasar berbalik arah, ada kemungkinan indeks ini akan turun ke posisi 17.360. Jika tekanan jual berlanjut, indeks bisa meluncur lebih jauh menuju Support 1 (S1) hingga Support 3 (S3).
Trader disarankan untuk mencermati level-level kunci tersebut dan mengikuti perkembangan sentimen global, terutama dari AS dan sektor energi, untuk membuat keputusan trading yang tepat.
