0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Harga emas merosot ke level terendah dalam dua minggu pada Rabu, 4 September 2024, setelah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut. Pelemahan ini terjadi karena pasar memperhitungkan bahwa penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Federal Reserve AS (The Fed) bulan ini mungkin lebih kecil dari yang diharapkan.

Harga emas di pasar spot turun 0,02% menjadi US$ 2.493,33 per ons, sementara emas berjangka AS turun 0,06% menjadi US$ 2.524.

Menurut Peter A. Grant, Wakil Presiden Zaner Metals, tekanan pada harga emas sebagian besar berkaitan dengan ekspektasi bahwa The Fed hanya akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September. Prospek pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin pun telah berkurang.

Investor kini mencermati data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis minggu ini, termasuk laporan ketenagakerjaan dan klaim pengangguran dari Automatic Data Processing (ADP) pada Kamis (5/9) serta pengumuman penggajian nonpertanian pada Jumat (6/9). Data tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai jalur penurunan suku bunga The Fed.

Meskipun harga emas mengalami penurunan, logam mulia ini telah mencatatkan kenaikan lebih dari 20% sepanjang tahun ini, dengan puncaknya mencapai US$ 2.531,60 pada 20 Agustus. Analis pasar teknikal dari Kinesis Money, Mike Ingram, mengidentifikasi level resistensi utama di US$ 2.510 per ons dan target penembusan awal di US$ 2.543.

Sementara itu, harga perak naik 0,3% menjadi US$ 28,12 per ons, platinum juga naik 0,3% menjadi US$ 905,82, dan paladium turun 0,4% menjadi US$ 934,25.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *