Harga emas dunia melemah pada perdagangan sore ini jelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), yang menjadi pertimbangan utama bagi kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data Refinitiv, pada Selasa (10/9/2024) pukul 16:10 WIB, harga emas tercatat di posisi US$ 2.500,37 per troy ons, turun tipis 0,19% dibandingkan harga penutupan sebelumnya.
Penurunan ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap pengumuman data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Inflasi konsumen untuk Agustus 2024 diperkirakan akan naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya, setara dengan level Juli. Namun, harga emas kemudian bergerak sideways akibat konsolidasi pasar, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang pertemuan The Fed minggu depan yang diproyeksikan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Menurut Giovanni Staunovo, analis dari UBS, diperkirakan emas akan menguat hingga US$ 2.600 per troy ons pada akhir tahun, seiring dengan meningkatnya arus masuk ke exchange-traded funds (ETF) akibat penurunan suku bunga. Selain itu, tensi geopolitik dan risiko penurunan ekonomi global juga diharapkan akan memberikan dorongan bagi harga emas.
Harga emas spot pada Selasa sedikit berubah, turun 0,1% menjadi US$ 2.501,66 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS sedikit berubah di US$ 2.530,60. Jajak pendapat Reuters memperkirakan indeks harga konsumen AS untuk Agustus akan naik 0,2% secara bulanan. Penurunan suku bunga oleh The Fed diperkirakan akan mendorong aliran masuk ke ETF dan menaikkan harga emas ke level yang lebih tinggi.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
