Sebagian besar pasar Asia-Pasifik menunjukkan variasi pada hari Selasa, dengan para investor bersiap menghadapi siklus pelonggaran moneter dari Federal Reserve. The Fed diperkirakan akan mengumumkan pemotongan suku bunga pertamanya sejak Maret 2022, tetapi pasar terbelah mengenai besaran pengurangan yang akan diumumkan dalam pertemuan kebijakan dua hari yang dimulai hari ini.
Indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka 0,24% lebih tinggi, sementara indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4% dan Topix melemah 0,3%. Dolar AS kembali menguat terhadap yen Jepang menjadi 140,69, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 139,58, yang merupakan level terendah sejak Juli 2023.
Futures untuk indeks Hang Seng di Hong Kong berada di 17.425, sedikit lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 17.422,12.
Pada Kamis (19/9/2024) dini hari waktu Indonesia, The Fed akan merilis hasil Federal Open Market Committee (FOMC), termasuk suku bunga acuan dan Summary Economic Projections (SEP) yang berisi dot plot matrix. Survei CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan kemungkinan 100% The Fed akan memangkas suku bunga antara 25 basis poin (bps) atau 50 bps.
Harapan ini muncul seiring dengan data inflasi produsen dan konsumen yang terus melandai, serta laju pengangguran di AS yang cukup tinggi. Saat ini, suku bunga The Fed berada di level 5,25-5,50%. Jika pemangkasan suku bunga terjadi, hal ini cenderung disambut positif oleh pelaku pasar, terutama dalam jangka panjang.
Selain AS, pekan ini juga akan ada pengumuman suku bunga dari enam bank sentral lainnya, termasuk Brasil, Turki, Inggris, Afrika Selatan, Jepang, dan China.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
