0 0
Read Time:2 Minute, 28 Second

Bursa Asia-Pasifik dibuka cenderung bervariasi pada perdagangan Senin, 23 September 2024, di tengah ketidakpastian investor mengenai keputusan kebijakan moneter dari bank sentral Jepang dan China yang diumumkan pada Jumat lalu. Pasar juga masih dalam fase menilai dampak dari pemangkasan suku bunga tajam oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) yang terjadi pekan lalu.

Pada pukul 08:30 WIB, indeks Straits Times di Singapura mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,04%, sementara KOSPI Korea Selatan mencatatkan penguatan sebesar 0,18%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong mengalami koreksi sebesar 0,12%, Shanghai Composite China turun 0,11%, dan ASX 200 Australia melemah hingga 0,65%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang tidak dibuka hari ini karena sedang libur dalam rangka Hari Ekuinoks Musim Gugur.

Data terbaru yang dirilis pada Jumat lalu menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan pemuda di China naik selama dua bulan berturut-turut, mencapai level tertinggi tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Biro Statistik Nasional China (NBS), yang mencatat bahwa pasar tenaga kerja mulai melambat di tengah kondisi ekonomi yang melemah.

Meskipun ada dorongan untuk menurunkan suku bunga, bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan pada Jumat lalu. Suku bunga pinjaman untuk tenor satu tahun dan lima tahun tetap ditahan masing-masing di level 3,35% dan 3,85%.

Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) pada hari yang sama memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 0,25%. BoJ menunjukkan sikap lebih hati-hati setelah kenaikan mendadak pada pertemuan bulan Juli lalu yang memicu gejolak di pasar keuangan. Dalam pernyataannya, BoJ menaikkan prospek belanja konsumen, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Mereka juga berkomitmen untuk terus memantau situasi pasar keuangan.

BoJ menegaskan bahwa inflasi berada dalam jalur yang ditargetkan, memberikan sinyal bahwa mereka tetap membuka peluang untuk menaikkan suku bunga acuan di masa depan.

Sementara itu, pekan lalu, pasar global dikejutkan oleh langkah Federal Reserve AS yang memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bps), menjadi rentang 4,75% hingga 5,0%. Pemangkasan ini lebih besar dari ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan penurunan 25 bps. Ini adalah pemangkasan pertama sejak Maret 2020, saat awal pandemi Covid-19.

Sejak Maret 2022 hingga Juli 2023, The Fed telah menaikkan suku bunga total sebesar 525 bps. Mereka kemudian mempertahankan suku bunga di level 5,25% hingga 5,50% antara September 2023 hingga Agustus 2024, lebih dari setahun lamanya.

Dalam keterangannya, The Fed menjelaskan bahwa pemangkasan suku bunga dilakukan dengan keyakinan bahwa inflasi di AS sudah bergerak menuju target kisaran 2%. Namun, faktor utama dari pemangkasan sebesar 50 bps adalah tingginya tingkat pengangguran di AS.

“Mengingat kemajuan dalam inflasi dan keseimbangan risiko, Komite memutuskan untuk menurunkan suku bunga sebesar 50 bps,” ungkap The Fed melalui situs resminya. Chairman The Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa pemangkasan ini mencerminkan keyakinan bahwa kebijakan tersebut dapat mendukung pasar tenaga kerja sekaligus membantu inflasi bergerak menuju 2% secara berkelanjutan.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *