0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

Pada Senin, 23 September 2024, harga emas mencapai rekor tertinggi baru di US$ 2.628,4 per troy ons, mengalami peningkatan sebesar 0,25%. Lonjakan ini dipicu oleh kembali memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya setelah Israel melancarkan serangan balasan terhadap Hizbullah, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan meningkatkan ketidakpastian di kawasan tersebut.

Harga emas telah mencetak rekor berturut-turut selama dua hari, dengan total penguatan mencapai 2,7%. Namun, pada Selasa, 24 September 2024, harga sedikit merosot menjadi US$ 2.626,45 per troy ons, menunjukkan volatilitas yang umum terjadi pada pasar emas saat situasi global bergejolak.

Permintaan untuk emas sebagai aset safe haven meningkat di tengah ketidakpastian politik, dengan banyak investor berupaya melindungi kekayaan mereka. Selain faktor geopolitik, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS juga menjadi pendorong signifikan bagi kenaikan harga emas. Setelah keputusan The Fed untuk menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin, pasar kini mengharapkan pemotongan lebih lanjut, menjadikan emas semakin menarik saat imbal hasil dari aset lain menurun.

Investor kini menantikan rilis data ekonomi makro dari AS yang diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Dengan kondisi ini, harga emas tetap menjadi sorotan di pasar investasi, mencerminkan peran pentingnya di tengah ketidakpastian global.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *