Harga perak mengalami lonjakan signifikan pada Kamis, 26 September 2024, mencapai level tertinggi dalam hampir 12 tahun. Kenaikan ini mengikuti reli harga emas yang mencapai rekor baru, didorong oleh pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama di seluruh dunia.
Berdasarkan laporan Reuters, harga perak spot naik 1,3% menjadi USD 32,26 per ons troi pada pukul 12:34 GMT, setelah sebelumnya menyentuh USD 32,71, level tertinggi sejak Desember 2012. Kenaikan harga perak juga didorong oleh permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor fotovoltaik, di mana penggunaan perak dalam panel surya hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, harga emas spot juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,6%, mencapai USD 2.673,21 per ons troi, setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi di USD 2.685,42. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember meningkat 0,4% menjadi USD 2.696,30. Sepanjang tahun 2024, harga emas telah naik lebih dari 29%, didorong oleh pemotongan suku bunga, permintaan sebagai safe-haven, dan pembelian besar-besaran oleh bank sentral.
Analis independen, Ross Norman, menjelaskan bahwa kekuatan harga emas menarik aliran spekulatif, meskipun ada kenaikan dolar AS dan imbal hasil Treasury. Pada minggu lalu, The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,75%-5,00%, dengan peluang 63% untuk pemotongan lebih lanjut sebesar 50 basis poin pada bulan November. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan bunga.
Ketua The Fed, Jerome Powell, dijadwalkan memberikan sambutan pada konferensi di mana para pejabat bank sentral lainnya juga akan berbicara. Para trader mengamati pernyataan Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Di sisi lain, logam mulia lainnya juga menunjukkan peningkatan, dengan platinum naik 2,3% menjadi USD 1.011,20 dan paladium meningkat 2,3% menjadi USD 1.061,25.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
