0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Harga emas mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan seiring dengan menantinya pelaku pasar akan rilis data Indeks Manajer Pembelian (IMP) dari China. Pada Senin, 30 September 2024, pukul 10.30 WIB, harga emas tercatat pada level US$2.654,86, turun 0,13% dari hari sebelumnya. Rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) mencapai level US$2.685 yang dicatat pada 26 September lalu.

Analisis Teknikal: Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Indonesia, saat ini emas berada dalam fase yang menarik. Indikator teknis Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish yang terjadi belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Meskipun emas sempat menunjukkan pemulihan, potensi penurunan masih ada, dengan target harga menuju US$2.624 jika tren ini berlanjut.

Nugraha menambahkan, “Saat ini, harga emas berada di titik kritis. Jika terjadi rebound, harga emas bisa mencapai US$2.670. Namun, jika tidak menembus level support yang ada, potensi rebound tetap ada dengan target kenaikan hingga US$2.670 sebagai target terdekat.”

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi: Para investor kini menantikan rilis data IMP dari China, yang bisa berdampak pada harga emas. Stimulus senilai 1 triliun Yuan yang diumumkan oleh Politbiro China minggu lalu sempat memperkuat sentimen pasar, namun pengaruhnya mulai terbatas karena perubahan kebijakan moneter global yang tidak terlalu dovish.

Beberapa bank sentral, seperti Swiss National Bank (SNB) dan Bank of Mexico (Banxico), hanya memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara Bank Sentral Sri Lanka mempertahankan suku bunga tetap stabil.

Dalam jajak pendapat terbaru, Reuters mengindikasikan bahwa Reserve Bank of India (RBI) kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam enam bulan ke depan. Namun, perhatian utama pasar saat ini adalah data IMP dari China. Prakiraan menunjukkan IMP Manufaktur China akan naik ke 49,5 di bulan September dari 49,1, sementara IMP Jasa diprediksi naik tipis ke 50,4 dari 50,3.

Nugraha mengingatkan, “Jika data ini lebih lemah dari perkiraan, hal ini bisa memberikan tekanan tambahan pada harga emas, mengingat China merupakan salah satu importir terbesar emas dunia.”

Kesimpulan: Dengan berbagai faktor yang berpotensi mempengaruhi pergerakan harga, investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau rilis data yang akan datang. Kenaikan atau penurunan harga emas ke depannya sangat bergantung pada hasil IMP China dan bagaimana respon pasar terhadap kebijakan moneter yang berlaku.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *