Harga emas dunia mengalami lonjakan lebih dari 1% pada perdagangan Selasa, 1 Oktober 2024, mencapai USD 2.661,63 per ons setelah mencetak titik tertinggi sepanjang masa di USD 2.685,42 pada hari sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka di AS ditutup naik 0,9% menjadi USD 2.690,30.
Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya permintaan untuk aset safe haven akibat ketegangan yang meningkat di Timur Tengah setelah Iran menembakkan rudal balistik ke Israel. Jim Wyckoff, Analis Pasar Senior di Kitco Metals, menyatakan bahwa kekhawatiran akan potensi perang habis-habisan di kawasan tersebut telah mendorong para trader untuk mencari perlindungan di emas.
“Jika ada korban serius di Israel, kita mungkin akan mengalami konflik yang lebih besar, yang akan meningkatkan permintaan terhadap emas,” tambahnya. Meskipun serangan ini menimbulkan ketegangan, banyak analisis yang menunjukkan bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat, sehingga dampaknya bisa lebih terbatas.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi AS 10 tahun membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi lebih menarik bagi investor. Pasar juga akan memantau data tenaga kerja AS dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter di masa depan.
Harga perak juga naik 0,7% menjadi USD 31,36 per ons, sedangkan platinum naik 1,2% menjadi USD 987,70. Namun, harga paladium turun 0,6% menjadi USD 994,50.
Sebelumnya, harga emas mengalami penurunan pada Senin setelah mencapai rekor, di mana aksi ambil untung dari investor dan lonjakan saham di China mempengaruhi permintaan. Meski begitu, tren kenaikan harga emas tetap terlihat kuat, didorong oleh pemotongan suku bunga yang signifikan oleh Federal Reserve dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
