### Harga Emas Stabil di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Dolar AS yang Menguat
Harga emas bertahan stabil pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta), didorong oleh permintaan sebagai aset safe haven akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Meskipun mengalami tekanan dari penguatan dolar AS, harga emas di pasar spot tercatat sebesar USD 2.657,89 per ons, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi USD 2.685,42 minggu lalu. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,4% ke level USD 2.679,2.
Peter A. Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, menjelaskan bahwa ada keseimbangan antara faktor-faktor ketegangan geopolitik dan pergeseran ekspektasi kebijakan moneter yang menyebabkan kenaikan dolar. Ketegangan ini semakin meningkat setelah militer Israel meminta penduduk di lebih dari 20 kota di Lebanon Selatan untuk mengungsi akibat serangan yang berlanjut dan kerugian terburuk dalam setahun pertempuran dengan Hizbullah.
Grant menambahkan bahwa pasar mulai menjauh dari ekspektasi pemotongan suku bunga besar pada bulan November, seiring meningkatnya ketidakpastian di kawasan tersebut. Emas batangan sering kali dianggap sebagai investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan finansial karena kemampuannya untuk menyimpan nilai, dan umumnya tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah.
Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin, menyatakan bahwa perjuangan bank sentral AS untuk mengembalikan inflasi ke target 2% mungkin akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, sehingga membatasi sejauh mana suku bunga dapat dipotong. Para pedagang pun mengurangi taruhan mereka untuk pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan November menjadi 33%, dari 49% sebelumnya.
Saat ini, perhatian pasar tertuju pada laporan penggajian nonpertanian yang akan dirilis pada hari Jumat. David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, menyatakan bahwa jika ada indikasi bahwa Fed memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, hal ini bisa berdampak positif bagi harga emas. Sebaliknya, jika data menunjukkan kekuatan ekonomi, harga emas mungkin akan mengalami penurunan lebih lanjut.
Selain harga emas, harga perak juga mengalami kenaikan, tercatat naik 0,8% menjadi USD 32,10 per ons. Namun, harga platinum turun 0,9% menjadi USD 993,14, dan harga paladium turun 1,8% menjadi USD 997,29. Sebelumnya, harga emas mengalami penurunan tipis pada perdagangan hari Rabu setelah reli lebih dari 1% pada hari Selasa, ketika Iran melancarkan serangan rudal ke Israel.
Sentimen pasar yang membatasi pergerakan harga emas adalah penguatan dolar AS sebagai mata uang safe haven. Dolar yang lebih kuat membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Bob Haberkorn, analis senior di RJO Futures, menambahkan bahwa aksi jual emas yang terjadi saat ini masih tergolong wajar mengingat banyaknya ketidakpastian yang harus dihadapi dalam waktu dekat.
“Jika Israel benar-benar menyerang Iran, sangat mungkin harga emas akan naik di atas USD 2.700 per ons,” ungkapnya. Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut menjadikan pasar semakin dinamis, dengan investor berupaya melindungi aset mereka dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini.
