0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

Harga emas (XAU/USD) mengalami penurunan signifikan pada Selasa, bergerak ke kisaran $2.615 hingga $2.618 per 10:10 WIB. Penurunan ini dipicu oleh kabar positif mengenai kemungkinan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, yang mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Selain itu, meningkatnya imbal hasil Treasury AS yang tetap di atas 4% juga memberikan tekanan pada harga logam mulia ini.

Para trader kini mengalihkan perhatian mereka pada rilis data ekonomi AS yang akan datang, termasuk data inflasi, klaim pengangguran, dan Indeks Sentimen Konsumen. Ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) juga mulai disesuaikan. Banyak pejabat Fed mendukung langkah bertahap dalam kebijakan suku bunga, meskipun beberapa, seperti Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, memperkirakan hanya satu pemotongan suku bunga tambahan di akhir tahun ini.

Indeks Dolar AS (DXY) tetap stabil, dan pasar mengantisipasi kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan November, dengan probabilitas mencapai 85,3% menurut data CME FedWatch Tool.

Di tingkat global, Bank Rakyat China (PBoC) telah menghentikan pembelian emas selama lima bulan berturut-turut, dengan cadangan stabil di 72,8 juta troy ounces. Langkah ini turut mempengaruhi pasar, meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah dapat menahan penurunan harga emas lebih lanjut. Investor kini tetap waspada menunggu data inflasi AS yang diharapkan dapat memberikan panduan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Fed dan pergerakan harga emas di masa mendatang.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *