Indeks saham Nikkei Jepang mengalami kenaikan signifikan sebesar 0,87% pada Rabu (9/10), ditutup di level 39.277,96 poin. Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham-saham teknologi yang mengikuti tren positif di pasar AS, serta meningkatnya harapan akan adanya stimulus ekonomi dari China yang membantu mengangkat sentimen pasar.
Saham Seven & i Holdings, yang sedang dalam pembicaraan akuisisi, melonjak hingga 11,77% setelah laporan media mengindikasikan tawaran yang lebih tinggi dari calon pembeli. Indeks Topix juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 0,3%, sementara sub-indeks saham pertumbuhan naik 0,85%.
Meskipun pasar sempat kehilangan momentum hingga sesi siang, sentimen kembali pulih di sesi sore setelah pemerintah China mengumumkan rencana untuk merinci langkah-langkah stimulus fiskal pada hari Sabtu mendatang. Saham Fast Retailing, yang mencatatkan kenaikan 1,14%, juga berkontribusi pada penguatan indeks, di mana saham ini merupakan salah satu yang memiliki bobot terbesar dalam indeks.
Saham Advantest, sebagai pemasok Nvidia, mencatatkan kenaikan tertinggi di antara penggerak utama dengan 3,65%, diikuti oleh perusahaan teknologi lainnya seperti Tokyo Electron dan Recruit Holdings, yang masing-masing mengalami kenaikan 2,68% dan 1,34%.
Di sisi lain, meskipun mayoritas saham mengalami kenaikan, terdapat sejumlah perusahaan yang mengalami penurunan. Perusahaan energi memimpin penurunan di tengah penurunan harga minyak mentah, dengan Inpex turun 3,04% dan Idemitsu Kosan kehilangan 2,58%.
Analis dari Nomura baru-baru ini menaikkan proyeksi akhir tahun untuk indeks Nikkei menjadi 40.000 dari 38.000, berlandaskan pada hasil pendapatan perusahaan yang solid dan reformasi tata kelola. Mereka menyatakan bahwa normalisasi kebijakan Bank of Japan tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan, selama langkah tersebut sejalan dengan upaya Jepang untuk keluar dari deflasi.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
