Harga emas dunia mengalami kenaikan tipis pada perdagangan kemarin, meski secara mingguan mengalami koreksi. Pada Jumat, 11 Oktober 2024, harga emas di pasar spot ditutup di angka US$ 2.634,74 per troy ons, meningkat 0,06% dari hari sebelumnya. Namun, dalam kurun waktu seminggu, harga emas tercatat merosot 0,68%.
Awalnya, pasar diperkirakan akan menghadapi penurunan lebih dari 1% sepanjang minggu ini. Namun, pernyataan dari sejumlah pejabat tinggi Federal Reserve Amerika Serikat berhasil meredakan ketegangan pasar. Gubernur The Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa laju inflasi di AS masih menunjukkan penurunan, meskipun data terbaru menunjukkan sebaliknya.
Bureau of Labor Statistics AS melaporkan laju inflasi September sebesar 0,2% dibanding bulan sebelumnya, setara dengan angka Agustus, namun lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang hanya 0,1%. Williams menekankan, meskipun ada gejolak dalam data, inflasi tetap bergerak stabil dan kemungkinan besar akan berlanjut.
Gubernur The Fed Chicago, Austan Goolsbee, dan Gubernur The Fed Richmond, Thomas Barkin, juga mencatat bahwa inflasi secara umum menunjukkan penurunan. Pernyataan tersebut membuat pasar lebih tenang, dan kini The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan pada rapat bulan November mendatang.
Menurut CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5-4,75% kini mencapai 95,6%, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 83,3%. Sementara itu, kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga di 4,75-5% turun drastis menjadi 4,4%.
Dalam konteks ini, emas sebagai aset non-yielding akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun, karena dapat menurunkan biaya peluang.
Proyeksi Harga Emas
Dengan melihat analisis teknikal mingguan, harga emas masih berada dalam zona bullish, terlihat dari angka Relative Strength Index (RSI) yang mencapai 77,58. Meski di atas 50 menunjukkan bullish, RSI di atas 70 mengisyaratkan kondisi overbought. Selain itu, indikator Stochastic RSI juga menunjukkan angka 95,19, yang menandakan pasar sudah berada dalam kondisi overbought.
Karena itu, tekanan pada harga emas diperkirakan akan berlanjut. Untuk pekan depan, target support terdekat diperkirakan berada di kisaran US$ 2.633 hingga US$ 2.561 per troy ons, sementara target resisten berada di rentang US$ 2.650 hingga US$ 2.676 per troy ons.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
