0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Harga emas meroket ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa, didorong oleh kombinasi faktor, termasuk meningkatnya permintaan untuk aset safe-haven akibat ketidakpastian pemilu Presiden AS dan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Selain itu, ekspektasi akan pelonggaran moneter lebih lanjut turut memperkuat lonjakan harga logam mulia ini.

Emas spot naik 0,7% menjadi $2.739,81 per ons, setelah sempat mencapai rekor $2.744,08 lebih awal dalam sesi tersebut. Kontrak berjangka emas AS juga mencatatkan kenaikan 0,6%, menjadi $2.754,30.

Emas, yang sering dianggap sebagai pelindung terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, telah mengalami kenaikan lebih dari 32% tahun ini, mencapai berbagai rekor tertinggi. Daya tarik emas semakin kuat seiring dengan suku bunga yang lebih rendah, yang membuat kepemilikan emas menjadi lebih menarik.

“Tegangan geopolitik tetap menjadi pendorong utama. Dengan dua minggu tersisa menjelang pemilu AS, persaingan antara kandidat masih sangat ketat, yang menambah ketidakpastian politik dan mendorong minat terhadap emas,” kata Peter A. Grant, wakil presiden dan kepala strategi logam di Zaner Metals.

Grant juga menyatakan bahwa jika ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat, harga emas bisa mencapai $3.000 per ons pada akhir tahun ini, meskipun ia lebih cenderung memperkirakan lonjakan harga tersebut akan terjadi pada kuartal pertama tahun 2025. Ia menambahkan bahwa pelonggaran kebijakan dari banyak bank sentral besar juga menjadi faktor yang mendukung reli harga emas.

Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa Wakil Presiden Demokrat Kamala Harris unggul tipis atas mantan Presiden Republik Donald Trump dengan selisih 46% berbanding 43%. Penyempitan jarak antara kedua kandidat ini telah menciptakan ketidakpastian hasil pemilu, yang diyakini oleh para analis turut mendukung kenaikan harga emas.

Dari segi teknikal, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) emas yang saat ini berada di angka 74 menunjukkan bahwa harga emas telah memasuki wilayah “overbought” atau jenuh beli.

Perak juga mengalami kenaikan signifikan, melonjak 2,8% menjadi $34,72 per ons, mencapai level tertingginya sejak akhir 2012. “Kami memperkirakan perak akan melampaui $35 sebelum hari pemungutan suara pada 5 November, asalkan kondisi yang mendukung logam mulia tetap bertahan,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity Group.

Sementara itu, platinum naik sekitar 2,6% menjadi $1.029,10 per ons, dan paladium menambah 2,2% menjadi $1.074,38 per ons demo ewf.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *