Harga spot perak melonjak hampir 3 persen pada 22 Oktober setelah rally besar menyusul terjadinya breakout di atas $33, yang terjadi setelah periode konsolidasi selama lima bulan. Pada saat penutupan di MCX, harga perak tercatat di $34,83, naik hampir 3 persen dalam sehari. Sementara itu, kontrak perak MCX untuk bulan Desember berada di harga Rs 99.960, naik 2,58 persen.
Perak telah mencapai harga tertinggi dalam 12 tahun terakhir, sementara rasio emas-perak turun menjadi 78,80 pada hari Selasa, level terendah sejak 17 Juli. Faktor Pendorong Kenaikan Harga Perak
Para investor yang optimis (bulls) kini berfokus pada beberapa ketidakpastian besar, seperti hasil pemilihan Presiden AS, kemungkinan lonjakan defisit fiskal AS, serta ketegangan geopolitik yang semakin tinggi. Sebagai logam yang sering dianggap sebagai “safe haven” (penyimpan nilai yang aman), perak mendapat manfaat dari faktor-faktor ini, seiring dengan momentum yang juga didapatkan emas karena KTT BRICS yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, permintaan akan logam mulia ini tetap menjadi pendorong utama harga perak saat ini. Indeks Dolar AS dan Hasil Obligasi
Logam mulia terus mengabaikan pengaruh hasil obligasi AS, Indeks Dolar, dan data ekonomi lainnya. Hasil obligasi 10 tahun AS naik menjadi 4,22 persen, tertinggi sejak 26 Juli, karena para pedagang obligasi khawatir akan kemungkinan lonjakan defisit fiskal AS meskipun hasil pemilihan Presiden AS belum dipastikan. Indeks Dolar AS berada di level 104,03, tertinggi sejak 2 Agustus, dan naik sebesar 0,03 persen. demo ewf.
