Indeks Nikkei Ditutup Melemah Menjelang Pemilu Jepang, Saham Farmasi dan Pengapalan Tertekan
Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, mengalami penurunan signifikan pada Jumat (25/10/2024), turun 229,37 poin atau sekitar 0,6% menjadi 37.913,92. Indeks Topix juga melemah 0,65% dan ditutup pada 2.618,32.
Menurut laporan AFP, penurunan indeks Nikkei dipicu oleh kehati-hatian investor yang cemas menjelang pemilihan umum Jepang yang akan digelar akhir pekan ini. Ketidakpastian politik tersebut mempengaruhi sentimen pasar, sehingga mendorong para investor untuk mengambil langkah lebih hati-hati.
Saham-Saham yang Tertekan
Beberapa saham tertekan pada perdagangan hari ini, terutama saham perusahaan farmasi. Saham Sumitomo Pharma tergerus 6,32%, sementara saham Takeda Pharmaceutical turun 2,45%.
Di sektor pengapalan, saham Kawasaki Kisen Kaisha jatuh tajam 4,25%. Saham Nippon Yusen KK dan Mitsui OSK Lines juga merosot masing-masing sebesar 3,78% dan 3,14%.
Pergerakan Mata Uang: Dolar AS vs Yen
Di pasar valuta asing, nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 151,72 yen per dolar AS. Pelemahan yen ini turut berperan dalam sentimen pasar, di mana banyak investor menilai kondisi tersebut dapat mempengaruhi proyeksi laba perusahaan Jepang, khususnya yang bergantung pada ekspor.
Secara keseluruhan, meskipun ada ketidakpastian menjelang pemilu, pasar Jepang tetap mencerminkan dampak kehati-hatian yang melanda para investor, terutama di sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi dan politik domestik.demo ewf.
