Hari ini, Kamis (31 Oktober 2024), ketika India merayakan Diwali, harga emas kembali mencetak rekor tertinggi baik di pasar global maupun domestik. Para investor berbondong-bondong membeli emas, didorong oleh permintaan sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan pemilu AS yang semakin dekat.
Selain itu, permintaan emas menjelang musim perayaan di India semakin memperkuat daya tarik logam mulia ini, mendukung pergerakan harga yang kuat.
Emas Siap Catatkan Kenaikan Bulanan Terbaik dalam Tujuh Bulan
Harga emas tercatat mencapai rekor tertinggi pada $2.790,15 per ons pada Kamis pagi (31 Oktober), dan telah meningkat 6% sejauh bulan ini.
Pada pukul 02:54 GMT, harga emas spot stabil di $2.786,89 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS sedikit turun 0,1% menjadi $2.797,80 per ons.
Para investor kini tengah menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) inti AS, dengan indeks PCE bulan September yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0,3%, yang bisa semakin memengaruhi arah pergerakan harga emas.
Permintaan Emas Sebagai Aset Aman dan Ketidakpastian Politik AS
Menurut Kyle Rodda, Analis Pasar Keuangan di Capital.com, “Kenaikan harga emas sebagian besar terkait dengan perdagangan aset aman, sebagai lindung nilai terhadap kemungkinan defisit belanja AS, terutama jika kemenangan Trump terlihat semakin mungkin.”
Permintaan Musiman di India Mendorong Kenaikan Harga Emas
Di India, harga emas 24 karat (10 gram) tercatat pada โน81.160, sementara emas 22 karat diperdagangkan pada โน74.400 hari ini.
Harga emas telah naik 1,83% selama seminggu terakhir, mencerminkan lonjakan permintaan tradisional menjelang perayaan Diwali, yang selalu menjadi waktu favorit untuk membeli emas di India.demo ewf.
